Beranda / Serba-Serbi / Hari Pahlawan : Semangat Kepahlawanan dalam Menghadapi Tantangan Bangsa

Hari Pahlawan : Semangat Kepahlawanan dalam Menghadapi Tantangan Bangsa

image
Inspektur Jenderal Daryanto sedang memberikan sambutan upacara hari pahlawan (ra)
image
Barisan Pleton Itjen dalam Upacara Hari Pahlawan (ra)

“Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang.” (Pidato HUT Proklamasi 1966, Soekarno). Itulah salah satu pesan pahlawan yang dibacakan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November  yang digelar di Halaman Kantor Kemendikbud, Jakarta (10/11).

Hari Pahlawan yang tahun ini mengambil tema “Semangat Kepahlawanan adalah Jiwa Ragaku” dihadiri Inspektur Jenderal Daryanto bertugas selaku Pembina Upacara; Sementara itu Menteri Pendidikan Anies Baswedan, pejabat eselon II,III, dan IV serta ratusan pegawai di unit utama Kemendikbud menjadi peserta upacara.
Dalam sambutannya membacakan pidato Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dijelaskan bahwa peringatan hari pahlawan dapat dijadikan sebagai cermin atau refleksi tentang pengorbanan, keteladanan, dan keteguhan untuk menggapai harapan masa depan dengan terus bekerja dan bekerja dalam mewujudkan masyarakat adil dan sejahtera sebagai cita-cita perjuangan bangsa seperti termuat dalam sila kelima Pancasila.

Saat ini bangsa Indonesia masih menghadapi tantangan persatuan, keutuhan dan produktivitas bangsa, mulai terjadi konflik intoleransi umat beragama, berkembang paham radikalisme, tawuran, penyalahgunaan narkoba, kekerasan anak dan perempuan, dan sebagainya. Oleh karena itu, langkah besar dan semangat kepahlawanan pendiri bangsa perlu didiseminasikan ke seluruh rakyat Indonesia untuk menghadapi semua tantangan yang dihadapi bangsa ini.

“Marilah kita jadikan momentum ini sebagai langkah baru untuk membangun keyakinan dan optimisme kita sebagai bangsa untuk dijadikan landasan revolusi karakter bagi bangsa,”  tutup Daryanto dalam sambutannya.

Hari Pahlawan adalah salah satu hari besar nasional untuk memperingati Pertempuran Surabaya yang terjadi pada 10 November 1945. Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan salah satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap Kolonialisme.

Editor : Moch. Bambang Sulistio

Baca Juga

77867

Festival Anti Korupsi 2015 Dibuka

Pelaksanaan Festival Anti Korupsi 2015 dalam rangka memperingati hari anti korupsi sedunia resmi dibuka Kamis ...