Beranda / Berita Pengawasan / Tiga Lini Pendidikan Bantu Cegah Kekerasan di Sekolah

Tiga Lini Pendidikan Bantu Cegah Kekerasan di Sekolah

(Jakarta/Itjen Kemendikbud) Tiga lini pendidikan yaitu Sekolah, Orang tua, dan Masyarakat harus mempunyai hubungan yang harmonis agar kekerasan di dunia Pendidikan tidak terus berulang. Hal tersebut dikatakan Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Daryanto pada dialog “Lunch Talk” di studio Berita Satu TV bersama Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang Pendidikan, Retno Listyarti, Jakarta (7/11).

Orang tua, mempunyai peran penting dalam membentuk karakter baik di lingkungan keluarga. Orangtua juga harus memberikan pendidikan informal untuk menuntun anak agar berperilaku baik.

Sekolah harus memiliki fungsi kontrol sosial terhadap perilaku anak. Sekolah yang komponennya terdiri dari kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan akan membentuk karakter siswa selama melaksanakan proses pembelajaran. Saat siswa sekolah, berarti orangtua itu menitipkan anaknya agar terdidik dan terlindungi selama jam sekolah.  Dalam hal ini, guru harus mengenali betul perilaku dari seorang siswa, termasuk mengamati jika terdapat perubahan perilaku pada siswa. Selain itu, sekolah juga harus steril dari pihak luar yang tidak berkepentingan.

Peran masyarakat bisa diwujudkan dengan membangun kepedulian terhadap pencegahan tindak kekerasan yang dilakukan kepada siswa.

Kemendikbud sebagai regulator juga telah mengatur tentang pencegahan kekerasan anak di sekolah melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 82 tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan. Dalam aturan tersebut, setiap sekolah harus membentuk gugus pencegahan kekerasan yang terdiri dari guru, siswa dan orang tua. 

Mengenai video pemukulan siswa yang sedang viral di media sosial beberapa waktu lalu,Daryanto mengatakan bahwa tim sudah terjun ke lapangan dan sedang melakukan penyelidikan terhadap video yang berdurasi tiga puluh delapan detik tersebut. “Kasus dalam video ini sedang diselidiki, jangan gegabah menyimpulkan bahwa pelakunya  adalah guru,karena hal ini akan merusak marwah guru sebagai pendidik, ” tambahnya.  

Berdasarkan data KPAI, terdapat 5.448 kasus kekerasan terhadap anak pada 2011- September 2017, 2.700 diantaranya tidak dilaporkan ke KPAI. Dari kasus yang dilaporkan, 34% diantaranya terjadi di lingkungan sekolah.  (MBS)

Galeri :

Baca Juga

wpid-IMG_0981-1024x683.jpg

​RASA HARU MENYELIMUTI DI HARI TERAKHIR UN 2017

(Jakarta/Itjen Kemendikbud) — Hari terakhir pelaksanaan Ujian Nasioanl 2017 mendapatkan perhatian berbeda dari hari sebelumnya. ...