Antusiasme Siswa dan Guru di Prancis Berlatih Gamelan.


Paris, (Itjen Kemendikbudristek) – Gamelan, alat musik ansambel tradisional Indonesia, tidak hanya menarik minat masyarakat dalam negeri untuk mempelajarinya. Gamelan juga diminati di negara lain, salah satunya di Prancis. Fakta ini terlihat dari pelatihan gamelan yang diikuti oleh 300 siswa sekolah dasar dan menengah serta para guru di Kota Dole, Prancis. Pelatihan gamelan digelar oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kota Paris bekerja sama dengan Pemerintah Kota Dole, Prancis dan Asosiasi Kotekan.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Paris, Warsito mengungkapkan harapannya agar seiring dengan dikenalkannya gamelan kepada warga Prancis, kebudayaan Indonesia akan lebih dikenal oleh masyarakat dunia. Ia menyampaikan pula antusiasme dan keasyikan peserta pelatihan mempelajari gamelan “Kita lihat dari wajah siswa siswi SD yang ada di Kota Dole ini sangat antusias sekali belajar gamelan.” ujar Warsito saat penutupan pelatihan di La Fabrique, Dole, Paris, pada Jumat (4/6).

Selain berlatih gamelan, pada pelatihan ini juga diperkenalkan budaya, geografi, dan Bahasa Indonesia yang juga diikuti oleh masyarakat sekitar. Diharapkan melalui kegiatan ini, kata Warsito, para peserta mengetahui lebih banyak tentang Indonesia, sehingga mereka semakin tertarik untuk datang ke Indonesia. Pelatihan seni gamelan berlangsung selama tiga minggu bertempat di ruang Laloy dan La Fabrique. Tidak hanya dari kota Dole, para peserta juga berasal dari siswa-siswa sekolah dari kota-kota sekitarnya, seperti Ucel, Aisac, Asperjoc, Entraingues, dan Labegude.

Sebelum penutupan, pada 3 Juni 3032, Atdikbud KBRI Paris melakukan pendampingan pelatihan gamelan kepada para pelajar yang berlokasi di La Fabrique. Acara pelatihan ditutup dengan konser oleh para peserta dan profesional dari Asosiasi Kotekan sehari setelahnya. Pada kesempatan ini hadir Wakil Ketua (Wakepri), Fernando Alwi serta Wakil Wali Kota Dole, Jean Philippe Levebre.

Wakepri Fernando Alwi juga mengapresiasi para peserta pelatihan dan Asosiasi Kotekan karena mampu merealisasikan sebuah konser gamelan yang sangat bagus untuk hasil pelatihan yang terbilang singkat. Selain itu, Fernando menekankan pentingnya kegiatan ini untuk hubungan bilateral Indonesia – Prancis. Dole sendiri terkenal sebagai kota seni dan historik di Prancis, berada di arah barat daya dan berjarak sekitar 375 km dari Paris. Dole menyajikan pemandangan indah harmoni dari gedung-gedung antik dan kanal indah. Pada kota ini di tahun 1822 juga lahir penemu vaksin rabies, Louise Pasteur. Saat ini, rumah kelahiran Louis Pasteur menjadi sebuah museum yang menampilkan kehidupan dan pekerjaan saintifik tokoh terkenal ini.