APBN 2019 Sediakan Lebih Banyak Beasiswa


DALAM upaya mengatrol mutu SDM hingga mampu berdaya saing di tingkat internasional dan sesuai amanat konstitusi,  pemerintah mengalokasikan 20 persen atau Rp487,9 triliun dari total belanja negara pada APBN 2019 sebesar Rp2.439,7 triliun  bagi program pendidikan termasuk  pemberian beasiswa.

“Beasiswa akan disediakan mulai dari jenjang pendidikan usia dini hingga S-3, “ kata Presiden Joko Widodo dalam pidato penyampaian Nota Keuangan APBN 2019 di depan MPR di Jakarta, Kamis (16/8).

Di dalam APBN 2019, anggaran pendidikan naik 9,85 persen menjadi Rp487,9 triliun dari anggaran tahun lalu sebesar Rp444,131 triliun yang penggunaannya akan difokuskan untuk meningkatkan akses pendidikan terutama menambah jumlah penerima beasiswa serta untuk meningkatkan kualitas pendidikan termasuk revitalisasi pendidikan tinggi vokasi.

Sementara menurut Sekjen Kemdikbud Didik Suhardi, dari total anggaran pendidikan di APBN 2019 sebesar Rp 487,9 triliun, sebanyak Rp 309,9 triliun diantaranya ditransfer dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah yang digunakan untuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS), bantuan penyelenggaraan pendidikan dana tunjangan profesi guru.

Jumlah beasiswa program Indonesia Pintar akan ditingkatkan dari 19,6 juta siswa penerima pada 2018 menjadi 20,1 juta siswa penerima pada 2019, sedangkan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) juga dinaikkan dari 5.000 siswa penerima menjadi 6.000 siswa dan juga bagi 27.000 mahasiswa dan dosen serta 123 judul penelitian.

Selain itu, kuota bantuan pendidikan bagi mahasiswa miskin, peningkatan prestasi akademik dan Affirmasi Pendidikan tinggi 2019 juga meningkat menjadi 568.406 orang dari 504.507 orang pada tahun sebelumnya.

Dari Rp487,9 triliun anggaran pendidikan dalam APBN 2019 , Rp309.9 triliun diantaranya ditransfer oleh pemerintah pusat ke pemeritah daerah untuk Bantuan  Operasional Sekolah (BOS), bantuan operasional penyelenggaraan  pendidikan dan tunjangan profesi guru.

Dana pendidikan akan diberikan untuk dana BOS bagi 57 juta siswa dan meningkatkan kualitas guru PNS dan non-PNS melalui tunjangan profesi dan percepatan pembangunan dan rehab sekolah.

Tidak hanya untuk peningkatan kemampuan, dana pendidikan juga untuk pembangunan 1.407 ruang praktik SMK dan bantuan pelatihan bagi 3.000 mahasiswa serta memperkuat program vokasi dan sarana kelas serta laboratorium di 1.000 pesantren.

20 Kementerian dan Lembaga

Yang perlu diketahui publik, dari total anggaran pendidikan pada APBN 2019 sebesar  Rp487,9 triliun, yang dikelola kemdikbud hanya Rp35,9 triliun, ditransfer ke daerah Rp309,9 triliun dan selebihnya (Rp142,1 triliun) disebar di 20 kementerian dan lembaga yang juga mengelola pendidikan.  Total anggaran pendidikan yang dikelola Kemdikbud pada APBN 2019 turun nilainya sebesar       Rp 4 triliun dibandingkan yang diterima pada APBN 2018 sebesar Rp39,9 triliun.

Sementara itu anggaran untuk Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi  pada APBN 2019, naik Rp3 triliun dari Rp39 triliun menjadi Rp42 triliun dengan penekanan pada alokasi anggaran untuk penambahan jumlah mahasiswa dan riset.

Dalam APBN 2019, dana penelitian bagi  perguruan tinggi negeri non-badan hukum disediakan untuk 17.655 judul atau atau topik, lebih besar dibandingkan anggaran yang dialokasikan pada APBN 2018 untuk 15.921 judul atau topik.

Menurut Sekjen Kemristek dan Dikti Ainun Naim, pihaknya menargetkan revitalisasi  pendidikan tinggi vokasi berupa 40 politeknik  dan akademi komunitas pada 2019 yang nilainya meningkat  empat kali lipat dibandingkan penganggaran 2018.

Sedangkan untuk alokasi anggaran bagi pembangunan fisik, dalam APBN 2019 tidak lagi dikelola oleh Kemdikbud atau Kemristek dan Dikti, tetapi diberikan pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Mencetak SDM yang mumpuni harus menjadi program prioritas pendidikan di tengah menguatnya persaingan global dan memasuki era industri 4.0.  (NS)