Berkat Komodifikasi Nyamuk DBD, Guru Besar UGM Masuk Daftar 10 Ilmuwan Berpengaruh di Dunia


Jakarta, (Itjen Kemdikbud) - Guna menekan penyebaran demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia, terobosan di bidang kesehatan dilakukan oleh salah satu guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM). Adi Utarini, Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM berhasil menemukan terobosan tersebut dengan memanfaatkan bakteri Wolbachia yang dimasukkan ke dalam tubuh nyamuk Aedes Aegypti.

Terobosan ini dinilai mampu menghambat perkembangan virus DBD di dalam tubuh nyamuk, sebab dengan melepaskan nyamuk yang telah di komodifikasi tersebut kasus DBD di beberapa kota besar berhasil dipangkas hingga 77 persen.

Menukil dari laman UGM, Adi bersama rekan-rekan telah melakukan penelitian terkait bakteri Wolbachia ini sejak 2011 silam. Hasilnya beberapa daerah di Yogyakarta yang menjadi lokasi riset penyebaran nyamuk komodifikasi ini mampu menurunkan jumlah insidensi kasus DBD.

Oleh karena itu, berkat terobosannya ini, Adi Utarini berhasil masuk dalam daftar 10 orang paling berpengaruh dalam mengembangkan sains di tahun 2020. Hal diumumkan langsung oleh lembaga penerbit jurnal ilmiah Internasional, Nature.

Atas prestasinya ini, Adi Utarini pun mendapatkan banyak apresiasi. Salah satunya dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yang menyebut dirinya dalam sebuah unggahan di media sosial. "Ini merupakan kebanggaan yang luar biasa bahwa Indonesia dan dosennya bisa disebut dalam 10 ilmuwan yang paling akan berdampak pada dunia. Jarang sekali kita mendapat rekognisi yang setinggi itu," ucap Mendikbud.

Adapun ucapan selamat lainnya, termasuk dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Tinggi) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). "Selamat atas pencapaian yang telah diraih. Semoga pencapaian ini dapat meningkatkan semangat #InsanDikti untuk terus berinovasi untuk Indonesia. Yuk #InsanDikti kita ucapkan selamat kepada Ibu Adi Utarini!" tulis akun Instagram Dikjen Dikti Kemdikbud.
(AGR)