CERAI KARENA CIUMAN MAUT  


Sudiron berjalan lunglai ketika memasuki ruang sidang mahkamah agama.  Hiruk pikuk pengunjung yang yang memenuhi ruangan tidak mampu mengembalikan kegagahan Sudiron yang biasanya garang dengan kumis tebalnya berseragam hansip yang penuh tanda jasa tetapi tidak jelas asal muasalnya.

Hari itu adalah hari  paling apes bagi Sudiron. Bayangkan, lelaki yang terlambat kawin itu tadinya dengan susah payah sempat berhasil mempersunting Maisaroh, gadis kampung alumni pesantren. Walaupun hanya hitungan minggu, namun sempat menjadi buah bibir warga kampung.

Tapi kasus yang sedang disidangkan itu tidak banyak yang tahu duduk perkaranya. Tetapi yang jelas peradilan agama hanyalah pintu pembuka bagi Sudiron memasuki kelam dalam hidupnya untuk kemudian harus berhadapan dengan hakim di pengadilan negeri karena dituduh telah melakukan kekerasan rumah tangga yang mengakibatkan isterinya cedera.

Ruang sidang jadi pengab dan gelap, lantaran warga yang menyaksikan persidang sudah banyak yang berdiri di jendela lantaran lantai ruangan sudah dijejali pengunjung bagaikan pepesan ikan asing, berdesakan, saling mengguman, berteriak histeris dan bahkan satu dua sudah ada yang pingsan. Pendek kata, suasana gaduh mirip demontrasi yang rusuh tercatat sebagai hari persidangan paling monumental bagi peradilan itu.

Hakim ketua berkali-kali menenangkan pengunjung sampai memukulkan palu  berkali-kali, tapi suasana sidang bukannya tenang malah menjadi suasana hysteria luar biasa. Tambah buruk lagi, aliran listrik ke gedung persidangan terhenti lantaran pulsa tuken sudah habis, hingga empat corong loadspeaker Toa yang terpasang sama sekali tidak dapat berfungsi.

Hakim ketua mengumumkan bahwa persidangan kali ini adalah acara gugatan cerai dari Maisaroh terhadap Sudiron lantaran mendapat perlakuan luar biasa dari suaminya hingga mengakibatkan kedua pipinya penuh luka.

Hakim   :  saudara Sudiron, coba jelaskan duduk perkara sebenarnya

Dengan tertunduk sayu penuh dengan rasa memelas, Sudiron perlahan-lahan berucap untuk memohon  ampun dan maaf kepada isterinya dan tuan hakim, saya tidak bermaksud melukai isteri saya tetapi sebaliknya merupakan tanda rasa sayang saya yang luar biasa kepada Maisaroh.

Hakim : loh loh, coba tengok dia yang penuh luka di kedua pipinya, apa dengan cara itu saudara mencerminkan rasa kasih sayang???. Coba saudara jelaskan lagi, karena tindakan ini tidak lajim, apalagi saudara baru berumah tangga dalam hitungan masih seumur jagung.

Sudiron :   Bebebegini tuan hakim, selain merangkap sebagai Hansip kampung, saya juga adalah tukang soldir keliling dari satu desa ke desa lain hingga terkadang tidak sempat pulang ke rumah. Malam jumat lalu, saya sangat kangen dengan isteri saya dan bergegas pulang kerumah. Saya gembira sekali melihat Maisaroh menyambut dengan manja di depan pintu. Tanpa fikir panjang lagi langsung saya peluk dan saya cium dia habis-habisan. Makin Maisaroh berteriak histeris,  makin bernafsu saya mencium dia hingga akhirnya saya lupa membuang rokok yang masih menyala  menempel di bibir.

Suara gemuruh memenuhi ruang sidang, bersamaan dengan ketokan palu hakim yang menerima permohonan cerai dari Maisaroh dengan vonis cerai talak satu.(emte)