Ciptakan SDM Unggul, Kemendikbud dan LPDP Perluas Program Beasiswa


Jakarta, (Itjen Kemendikbud) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus melakukan terobosan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui program Merdeka Belajar. Pada peluncuran Merdeka Belajar Episode 10, Kemendikbud berkolaborasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk menghadapi perubahan teknologi, sosial, dan lingkungan yang sedang terjadi secara global melalui Perluasan Program Beasiswa LPDP. Peluncuran Merdeka Belajar Episode 10 disiarkan di kanal YouTube Kemendikbud RI,  Kamis (22/4).

“Kolaborasi Kemendikbud dan LPDP ini akan semakin memperkuat tujuan bersama kita sesuai dengan arahan Pak Presiden RI untuk mencapai SDM unggul. Bersama dengan program S2 dan S3 yang sudah terlaksana dengan baik, lalu kita tambahkan lagi program-program Kampus Merdeka untuk mahasiswa, beasiswa pendidikan dan magang untuk dosen, beasiswa untuk guru, beasiswa untuk mahasiswa, guru, dan dosen di program vokasi, beasiswa untuk adik-adik di bangku SMA, serta beasiswa untuk pelaku budaya,” jelas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

Kemendikbud berkomitmen untuk mengatasi ketimpangan kualitas pendidikan antar daerah yang masih perlu diatasi. Mendikbud lebih lanjut mengungkapkan bahwa ketimpangan itu terjadi dikarenakan distribusi kualitas pendidikan yang kurang merata di sejumlah wilayah, salah satunya mencakup kompetensi pendidik.

Mendikbud juga menyampaikan bahwa kebijakan program beasiswa LPDP yang sudah tersedia selama ini dirancang ulang agar proses seleksinya menjadi lebih sederhana. “Beberapa arah kebijakan baru dalam program-program di tahun 2021 salah satunya adalah bagaimana penerima manfaat beasiswa dapat menjalankan pendidikan bergelar S1, S2, S3 dan program non-gelar yang lebih berkualitas berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Ada empat program Kampus Merdeka yang didukung LPDP di tahun 2021, yaitu Kampus Mengajar, Magang dan Studi Independen Bersertifikat (microcredentials), Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA), serta Pertukaran Mahasiswa Merdeka. “Program ini akan dimulai pada bulan Agustus/September 2021,” imbuh Mendikbud.

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam kesempatan yang sama juga mendukung program-program dalam rangka membangun kualitas SDM Indonesia yang unggul. Menkeu juga berharap Kemendikbud dan Kemenag memikirkan desain dari penggunaan dana ini yang bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin dan tidak terburu-buru untuk dihabiskan pada satu tahun anggaran. Pemanfaatan hasil investasi dari dana abadi ini bisa memberikan dukungan yang fleksibel dan efektif.

“LPDP sudah mengalokasikan dana abadinya sebesar Rp70,1 triliun. Dari jumlah tersebut, terdapat dana abadi pendidikan sebesar Rp61,1 triliun, dana abadi pendidikan penelitian sebesar Rp4,99 triliun, dana abadi untuk perguruan tinggi sebesar Rp3 trilliun, dan dana abadi untuk kebudayaan Rp1 triliun,” ungkap Menkeu.

Menurut Direktur Utama LPDP, Andin Hadiyanto program ini merupakan komitmen pihaknya agar LPDP dapat lebih dinikmati masyarakat secara luas dan inklusif. Dan berharap agar dapat bermanfaat bagi lebih banyak orang.

Kriteria Perguruan Tinggi : Tujuan dan Proses untuk Program Beasiswa Dipertajam

Kriteria dan metodologi seleksi perguruan tinggi tujuan untuk semua program beasiswa akan dibuat lebih terstruktur dan dipertajam untuk menjamin kualitas pembelajaran penerima beasiswa. Selanjutnya, daftar universitas tujuan dibuat secara sistematis, universitas terbaik di negara terpilih, dan program studi terbaik per topik. Kemudian, pendaftar dengan Letter of Acceptance (LoA) unconditional yang sudah diterima di kampus diprioritaskan. Bagi pendaftar yang belum punya LoA akan dibantu proses pendaftarannya.

Untuk informasi detail tentang setiap program dan pendaftaran, masyarakat dapat mengunjungi laman beasiswa LPDP melalui tautan https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/ atau laman Kemendikbud melalui tautan https://beasiswa.kemdikbud.go.id/. Semua program akan dibuka untuk pendaftaran tanggal 2 Mei 2021. Pertanyaan seputar program dapat disampaikan melalui helpdesk-beasiswa@kemdikbud.go.id.

“Saya berharap setiap rupiah dana abadi ini akan bisa dimanfaatkan secara maksimal, dipertanggungjawabkan secara jelas dan dengan tata kelola yang sebaik mungkin sehingga masyarakat bisa mengapresiasi dan memahami uang negara uang dari hasil pajak kita adalah kembali untuk masyarakat juga,” pungkas Menkeu.

Dalam Kampus Mengajar, Kemendikbud mengajak mahasiswa untuk menjadi agen perubahan pendidikan dengan mengajar di  berbagai SMP terpilih. Mahasiswa membantu pembelajaran literasi dan numerasi untuk pelajar SMP selama satu semester dengan tujuan peningkatan skor Programme for International Student Assessment (PISA).