Dorong Satker Dapatkan ZI-WBK, TPI Kemendikbudristek Lakukan Penilaian


Jakarta, (Itjen Kemendikbud) - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melakukan Penilaian Mandiri Pelaksanaan Zona Integritas – Wilayah Bebas Korupsi (ZI WBK) kepada satuan kerja (satker) nya, yang berlangsung sepanjang Juni 2021. Penilaian dilakukan oleh Tim PeniIai Internal (TPI) yang terdiri dari unsur auditor dan sekretariat Inspektorat Jenderal Kemendikburistek. TPI mendatangi satker untuk melakukan penilaian pelaksanaan pembangunan zona integritas pada satker yang diusulkan meraih predikat ZI WBK, khususnya pada 6 area perubahan yakni Manajemen Perubahan, Penataan Tata Laksana, Penataan Sistem Manajemen SDM, Penguatan Akuntabilitas, Penguatan Pengawasan, dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik.

Zona Integrasi atau yang disingkat sebagai ZI adalah predikat yang diberikan kepada satuan kerja di lingkungan Kementerian di Indonesia, di mana pimpinan satuan kerja dan seluruh pegawainya mempunyai komitmen untuk mewujudkan ZI-WBK/WBBM melalui Reformasi Birokrasi, khususnya untuk mengurangi penyalahgunaan wewenang oleh para pejabat publik sebagai bentuk pencegahan terjadinya praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) serta demi meningkatnya kualitas pelayanan publik.

TPI atau Tim Penilai Internal merupakan sebuah tim yang dibentuk oleh pimpinan instansi pemerintah yang memiliki tugas melakukan penilaian pada satuan kerja dalam rangka memperoleh predikat menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) atau Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Permenpan-RB Nomor 10 tahun 2019 mengamanatkan Inspektorat Jenderal sebagai Tim Penilai Internal (TPI) untuk memastikan satker yang diusulkan memperoleh predikat WBK dalam mengimplementasikan:

1. Komitmen dan pemahaman pimpinan serta pegawai terkait program zona integritas;

2. Kualitas penerapan dari komponen pengungkit serta ketersediaan data dukung;

3. Inovasi-inovasi yang telah dilaksanakan oleh unit kerja.

Kegiatan evaluasi yang dilakukan oleh TPI meliputi pelaksanaan kegiatan pembangunan ZI WBK/WBBM dengan merujuk pada target/satker yang telah ditetapkan sekaligus melaksanakan kegiatan pemantauan terhadap pembangunan Zona Integritas di instansi menuju WBK/WBBM.

Terhitung sejak 2017, sudah ada 30 satuan kerja (satker) Kemendikbudristek yang mendapatkan predikat ZI WBK dan 2 satker yang mendapatkan predikat ZI WBBM. Hal ini menjadi bukti keberhasilan Kemendikbudristek menjadi instansi yang memiliki semangat bebas dari korupsi serta selalu mengupayakan peningkatan pelayanan publik kepada stakeholder.

Sedangkan per tahun 2020, terdapat 15 satker Kemendikbud yang mendapat predikat ZI WBK yaitu LPMP Jawa Barat, LPMP D.I Yogyakarta, LPMP Nusa Tenggara Barat, BBPPMPV Bidang Pembangunan dan Listrik, BBPPMPV Bidang Bisnis dan Pariwisata, BBPPMPV Bidang Pertanian, BBPPMPV Bidang Seni dan Budaya, PPPPTK Bidang Ilmu Pengetahuan Alam, PPPPTK Bidang Matematika, Museum Basoeki Abdullah, Museum Benteng Vredeburg, Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Bali, Pusdiklat Kemendikbud, Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, dan Politeknik Negeri Bandung, juga terdapat 2 satker Kemendikbud yang mendapat predikat ZI WBBM yaitu LPMP Jawa Tengah serta BBPPMPV Bidang Otomotif dan Elektronik.

Sementara untuk tahun 2021 ini, terdapat 167 satker yang mengusulkan mendapatkan predikat ZI, dengan rincian 155 satker yang mengusulkan mendapat predikat ZI WBK dan 12 satker yang mengusulkan mendapat predikat ZI WBBM. Setelah proses penilaian ini, satker masih harus menempuh tahap verifikasi hasil pengisian LKE, kemudian tahap tindak lanjut berupa perbaikan hasil verifikasi LKE dan penyampaian Kembali ke TPI, kemudian TPI akan mengadakan rapat pleno untuk menentukan calon unit kerja berpredikat menuju ZI WBK/WBBM. Tahap terakhir dari Kemendikbudristek adalah penyampaian surat dari Mendikbudristek kepada Menpan untuk nama-nama satker calon unit kerja berpredikat menuju ZI WBK/WBBM.