Dunia usaha dan industri butuhkan 10.000 lulusan SMK


(Depok/Itjen Kemdikbud) – Setiap tahun, SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) meluluskan sekitar 10.000 siswa, sedangkan yang dibutuhkan dunia usaha dan industri setiap tahunnya mencapai 70.000. Dari jumlah itu pun yang tersertifikasi baru 1.350 siswa. Artinya, baru 1.350 siswa yang punya kompetensi sesuai yang dibutuhkan oleh perusahaan. Itulah yang disampaikan Direktur Pembinaan SMK, Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbud, M. Bakrun.

Menurutnya, untuk meningkatkan kompetensi lulusan SMK, 350 SMK seluruh Indonesia akan direvitalisasi di tahun 2019 ini dengan dana sekitar Rp1 triliun. Kebutuhan dana tersebut dihitung berdasarkan kebutuhan revitalisasi pada bidang infrastruktur, antara lain untuk membangun laboratorium, teaching factory, ruang kelas baru, dan peralatan pendukung kegiatan praktik dan belajar masing-masing.
Dibanding dengan jumlah SMK seluruhnya yang sebanyak 13.900, revitalisasi itu masih terlampau sedikit, tapi itu lebih banyak dari tahun 2018 yang hanya 219 SMK. Karena kesiapan fiskal negara yang terbatas, dana revitalisasi untuk setiap pada tahun ini tak akan mencapai puluhan miliar per sekolah. Pemerintah memprioritaskan 5 jurusan yang akan direvitalisasi, yakni maritim, pariwisata, pertanian, industri kreatif, dan teknologi.
Program revitalisasi SMK sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016. Kemendikbud akan menggandeng sebanyak 3.574 industri. Terutama industri yang bergerak pada bidang otomotif, pariwisata, industri kreatif dan kemaritiman. Bakrun mengatakan, revitalisasi tidak hanya berupa perbaikan sarana dan prasarana sekolah, tetapi juga membenahi kompetensi guru dan tenaga kependidikannya. Pasalnya, kualitas guru sangat menentukan tercapai atau tidaknya target peningkatan kompetensi lulusan SMK. (PR/gts)