Fernusa Kenalkan Hasanah Budaya Bertajuk 'Anugrah Aren Minahasa'


Jakarta, (Itjen Kemdikbud) - Forum para pelaku usaha atau dikenal lokakarya fermentasi nusantara (Fermenusa) hadir dalam Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2020. Dengan mengusung tema ‘Anugrah Aren Minahasa’, lokakarya ini memiliki tujuan untuk memperkenalkan kembali hasanah budaya dari fermentasi nusantara, khususnya di komoditas gula aren. Adapun nama-nama seperti Hedy Wakary (PT Arenga Pinnata Minaesa) dan Bambang Britono (Fermenusa) turut hadir di acara yang disiarkan secara virtual melalui kanal YouTube Budaya Saya, Rabu (18/11/2020).

“Fermentasi Nusantara merupakan sebuah forum dari para pelaku usaha dan akademia yang ingin memperkenalkan kembali hasanah budaya yang kaya sekali dari fermentasi nusantara. Selain itu kita ingin ke depannya nanti produk-produk fermenusa ini juga bisa tersebar secara global,” terangnya.

Hal itu Bambang sampaikan karena melihat Indonesia memiliki kekayaan akan bahan baku tumbuh-tumbuhan dan hasil bumi. Sehingga menurutnya jika bahan baku tersebut bisa diolah atau difermentasi dengan baik, tentunya akan menambah nilai dagang untuk Indonesia.

Seorang pengusaha yang sukses meningkatkan nilai komoditas gula aren, Hedy Wakary pun turut memberikan kisah inspiratifnya. Ia mengatakan, jika Aren ini sebetulnya bisa menghasilkan beberapa produk yang memiliki nilai jual tinggi. “Produk yang berbahan dasar gula aren di antaranya ada kue, kecap, dan minuman destilasi,” sebut Hedy.

Namun disayangkan, kata Hedy, masih banyak petani nira yang belum sadar akan hal tersebut. Sebab itu, diperlukan pembinaan yang harus dilakukan sehingga kesadaran tersebut akan tumbuh yang kemudian akan berdampak pada meningkatnya perekonomian petani.

Senada dengan Hedy, Bambang juga menegaskan bahwa pembinaan menjadi peran sangat penting di luar usaha-usaha turunannya. Ia pun berharap dengan bantuan pemerintah daerah, komoditas aren ini bisa menjadi komoditas unggulan.

“Jadi pembinaan dan kebijakan pemerintah kepada petani menjadi peranan yang sangat penting untuk mendorong komoditas aren menjadi komoditas yang unggul. Khususnya di Sulawesi Utara,” ungkapnya.