Inovasi Bisnis Mahasiswa Di Saat Copid-19


Bagi sebagian orang, era pandemic Covid-19 saat ini merupakan masa sulit bagi pelaku bisnis yang berimbas pada penuruan produksi dan kemerosotan income bahkan beberapa terpaksa gulung tikar karena dampak yang dirasakannya begitu luar biasa. Namun, hal ini tidak berlaku bagi mahasiswa Tenik Industri (TI) Unisba, Muhammad Gibran Siswantono. Alih – alih beberapa bisnis menutup usahanya, pandemik ini malah memberikan peluang bagi Gibran untuk  mendirikan dan menjalankan bisnis yang menghasilkan profit.

Di kutip dari portal Universitas Islam Bandung (Unisba), Bisnis yang dilakoni  Gibran  yaitu CabutKost yang merupakan jasa pindahan barang dari kost ke kota asalnya. Dia menilai usaha ini sangat memberikan peluang income dimasa pandemik ini karena banyak teman – temannya yang kost  meninggalkan barangnya terlalu lama karena sudah terlanjur berada kampung halaman serta beranggapan bahwa Covid ini hanya berlangsung sebentar dan ada media yang memberitakan bahwa barang yang ditinggalkannya tersebut berdebu sehingga mendorongnya untuk mendirikan bisnis tersebut.

Mahasiswa angkatan 2017 ini menuturkan, bisnis yang sudah dilakoninya selama ± 2 bulan ini, tidak hanya berjalan di Kota Bandung saja tapi juga di beberapa kota lain seperti Jakarta, Tangerang dan Surabaya yang dikelola bersama partner lainnya.

Menurutnya, promosi yang dilakukan agar bisnis ini dikenal masyarakat luas yaitu dengan memanfaatkan media sosial Instagram dengan akun @cabutkost, serta memasukan no telfon agar mudah dihubungi oleh konsumen.  Selain itu, CabutKost juga membagikan promosi jasa-jasanya melalui Instagram Stories hingga dikenal banyak konsumen terutama mahasiswa yang merantau. Setelah ada konsumen yang tertarik, kemudian diberikan price list dan format untuk pelayanan jasanya.

Tentu pelayanan pun diberikan secara maksimal dengan tetap memperhatikan packaging bagi barang yang akan dikirim ke tempat konsumen. “Saya tahu banyak barang berharga sampai puluhan juta. Kalau misalkan yang berharga dan pecah belah, di bubble wrap dulu baru dikirim dan dusnya dipacking dengan kayu,” jelasnya.

Dia menilai, bisnis ini tidak hanya memberikan peluang profit dimasa pandemik saat ini saja, tapi juga dalam keadaan normal yang mampu menjanjikan prospek yang besar. “Kalau sudah tidak Covid, juga banyak orang yang akan pindahan. Kan pindahan butuh mobil dan jasa lainnya,” ujarnya.

Selama menjalankan bisnisnya ini, kendala yang berarti tidak pernah dihadapinya. Hal ini karena selain diberikan format order, konsumen juga menerima surat perjanjian diatas materai yang menyatakan bahwa kerusakan dan kehilangan barang bukan merupakan tanggung jawab CabutKost.

Lebih lanjut Gibran mengatakan, sampai saat ini total pelanggan yang sudah menggunakan jasanya ± 20 orang mahasiswa dengan perolehan keuntungan yang lumayan besar. Selain itu, dia juga memiliki waiting list pelanggan hingga akhir bulan Juli ini. Rencana kedepannya, bisnis ini akan didirikan dalam bentuk  perseroan terbatas (PT) dan segera diurus perizinannya dalam waktu dekat ini.

Kepada teman-teman mahasiswa Unisba lainnya yang akan memulai usaha/bisnis, Gibran berpesan untuk tetap dan selalu percaya diri. “Pesan saya jangan denger apa kata orang yang merendahkan. Malah hasil bisnis saya sekarang banyak yang meng-appreciate dari mereka yang merendahkan diawal. Intinya jangan malu,” pungkasnya.

 

Tags

unisba