Itjen Dorong Internalisasi Manajemen Risiko Di Kemendikbud


(Jakarta/Itjen Kemendikbud)-Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berupaya untuk meningkatkan kesadaran risiko di lingkungan Kemendikbud. Melalui diskusi kelompok terpumpun yang diselenggarakan di Jakarta (9/10/2018), Itjen bersama perwakilan seluruh unit utama Kemendikbud membahas Petunjuk Pelaksanaan (juklak) serta strategi manajemen risiko dengan mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 66 tahun 2015.

Inspektur Jenderal Muchlis R. Luddin yang juga hadir dalam kegiatan ini mengingatkan bahwa untuk mewujudkan visi Kemendikbud penerapan manajemen risiko perlu dilakukan dengan optimal karena penting dalam mendeteksi kelalaian perencanaan anggaran. Lebih lanjut Muchlis menyampaikan bahwa manajemen risiko yang sistematis juga berperan penting dalam mencapai penyelenggaraan pemerintahan yang baik. “Implementasi manajemen risiko yang baik dapat mencegah kita dari kerusakan bahkan yang lebih parah," tegasnya.

Senada dengan Muchlis, Widyaiswara Lembaga Administrasi Negara Shinta Dame menyampaikan dalam kesempatan yang sama bahwa penerapan Prosedur Operasional Standar (POS) yang konsisten dapat mencegah terjadinya risiko seperti konflik kepentingan. “Membuat POS yang konsisten dilaksanakan merupakan bagian dari upaya penerapan manajemen risiko di suatu organisasi," ujarnya. Ia juga berpesan bahwa program/sistem manajemen risiko wajib masuk menjadi kebijakan agar lebih efektif dalam implementasinya. Selain itu, Ia juga menegaskan perlunya kepekaan dalam mencium bau risiko oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), bukan hanya dari Itjen. “Tugas Itjen adalah, 'mendarahdagingkan' manajemen risiko di lingkungan Kemendikbud sehingga manajemen risiko tidak terpisah dari keseharian pegawai dalam bekerja," ujar Shinta.

Diskusi Kelompok Terpumpun yang bertajuk Optimalisasi Penerapan Manajemen Risiko di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diharapkan dapat menghasilkan petunjuk/pedoman yang lebih rinci dan jelas sebagai dasar masukan penyempurnaan Permendikbud 66 sehingga penerapan manajemen risiko di Kemendikbud dapat terstandar dan saling terkoordinasi. (AEM)

Tags

Manajemen Risiko