Itjen Kemendikbud Beri Layanan Vaksin Difteri


Jakarta, (Itjen Kemendikbud) - Inspektorat Jenderal (Itjen), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) beri layanan penyuntikan vaksin difteri gratis kepada seluruh jajaran staf di Gedung B, lt. 6, Kompleks Kemendikbud, Jakarta, Senin (5/11/2018).

Difteri merupakan penyakit yang ditularkan melalui udara. Gejala yang dirasakan ketika seseorang terkena penyakit difteri adalah demam, sesak nafas, dan batuk. Kalau dibiarkan hal ini akan menimbulkan infeksi pada jantung dan akan berujung pada kematian.

Dr. Mukti Fahimi, spesialis penyakit dalam, memaparkan bahwa penyakit difteri pertama kali menyerang orang dewasa pada Oktober--Desember 2017. Hal ini termasuk Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jakarta. Sejak saat itu penyuntikan vaksin difteri dianjurkan untuk seluruh perawat dan dokter guna mencegah meluasnya KLB difteri di Indonesia.

Dampak dari penyuntikan vaksin difteri yang dirasakan, tubuh yang disuntik akan terasa bengkak selama 3--7 hari. Penyuntikan vaksin difteri ini bertujuan untuk mencegah penularan penyakit difteri yang dihasilkan oleh bakteri yang bernama corine difteria. Orang yang terkena difteri akan sembuh selama kurang lebih 7--14 hari dengan menggunakan obat anti biotik.

"Di kota-kota besar seperti di Jakarta, orang banyak berlalu lalang tanpa menggunakan masker, berdesak-desakan di angkutan umum dan lain sebagainya. Hal seperti itu merupakan langkah awal masuknya penyakit difteri ke anggota tubuh," ucap dr. Mukti Fahimi.

"Suntik difteri ini dianjurkan pula untuk orang dewasa dan dapat dilakukan kapan saja. Tidak ada pantangan untuk orang yang sedang sakit apapun. Alasan lain kenapa orang wajib melakukan penyuntikan vaksin difteri karena obatnya yang mahal dan vaksin ini sangat berguna membantu imunitas tubuh," tutupnya. (AD)

Tags

Vaksin
Difteri