Itjen Kemendikbud Canangkan Gerakan Saya Anak Antikorupsi


(Jakarta/Itjen Kemendikbud)-Bersamaan dengan acara Apresiasi Siswa Berprestasi, Inspektur Jenderal Kemendikbud canangkan gerakan Saya Anak Antikorupsi (SAAK). Di hadapan para siswa berprestasi tingkat SMA dan SMK dan didampingi oleh Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, Inspektur Jenderal Kemendikbud Muchlis R. Luddin mengajak untuk membangun komunitas Saya Anak Antikorupsi (SAAK) di sekolah. Gerakan ini mempunyai visi menciptakan generasi muda cerdas, berintegritas, dan berkarakter.

“Kami memperkenalkan program ‘Saya anak antikoripsi’ pada anak di sekolah untuk membangun budaya jujur, budaya antikorupsi sehingga memahami dan sejak dini menolak tindakan korupsi serta sifat koruptif,” kata Irjen Kemendikbud.

Menurut Irjen, para siswa berprestasi bersama dengan KPK terutama dibantu sekolah dan seluruh unsur sekolah dapat memasyarakatkan budaya antikorupsi dan mencegah tindakan korupsi sejak dini.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan juga menyampaikan bahwa peran KPK adalah sebagai trigger mechanism, yaitu pendorong untuk mencegah korupsi. Basaria juga mengajak para siswa untuk memahami korupsi melalui film pendek.

Basaria juga mengajak para siswa untuk memahami sembilan nilai antikorupsi yang juga sudah disebutkan oleh Irjen Kemendikbud, yaitu jujur, sederhana, peduli, berani, adil, disiplin, kerja keras, tanggung jawab, dan gigih. “Ada tambahan satu lagi sehingga jadi sepuluh nilai antikorupsi yaitu sabar dan selalu bersyukur,” ujar Basaria.

“Lakukan dulu dari diri sendiri, pertama kali nilai antikorupsi yang harus dilakukan adalah kejujuran,” lanjutnya. Di akhir acara, Basaria Panjaitan menyematkan selempang dan pin ‘Saya Anak Antikorupsi’ kepada empat orang siswa SMA dan SMK berprestasi yang mewakili daerah di Indonesia. Diharapkan keempat siswa tersebut dapat menjadi agen perubahan dan teladan yang baik juga dapat menyebarkan nilai-nilai antikorupsi di lingkungan sekolah. (RIN)