Itjen Kemenkes Lakukan Telaah Sejawat kepada Itjen Kemdikbudristek


Jakarta, (Itjen Kemdikbudristek) - Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melaksanakan kegiatan entry meeting Telaah Sejawat dengan Itjen Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai penelaah, Senin (13/09). Kegiatan dilaksanakan secara terbatas dan mematuhi protokol kesehatan di Kantor Itjen Kemendikbudristek di Senayan, Jakarta. Mengacu pada Asosiasi Auditor Intern Pemerintah Indonesia (AAIPI), Telaah Sejawat sendiri merupakan kegiatan yang dilakukan Aparat Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dalam rangka penjaminan dan pengembangan mutu Instansi tersebut, yang dilaksanakan oleh instansi APIP lain.

Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendikbudristek, Chatarina Muliana menyampaikan dalam sambutannya bahwa memang sudah saatnya telaah sejawat dilaksanakan. “Sesuai ketentuan pada Pedoman Telaah Sejawat yang menetapkan bahwa telaah sejawat eksternal APIP dilaksanakan paling kurang 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun, maka memang sudah saatnya dilakukan penelaahan sejawat kepada Itjen Kemendikbudristek, karena terakhir kali kami ditelaah pada tahun 2016 oleh Itjen Kemenag dengan nilai 83,04 atau predikat Baik,” Jelas Irjen Chatarina.

Irjen Chatarina menyampaikan penerimaannya kepada tim Telaah Sejawat dari Itjen Kemenkes. “Sesuai dengan tujuannya untuk melakukan penilaian terhadap efisiensi dan efektivitas organisasi APIP sesuai dengan visi, misi, tugas dan fungsinya, dan harapan organisasi. Serta guna menyatakan pendapat tentang kesesuaian aktivitas APIP dengan standar audit, kami Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek menerima tim Telaah Sejawat Itjen Kemenkes,” Sambut Irjen Chatarina.

“Telaah sejawat ini merupakan bukti bahwa Itjen Kemendikbudristek dan Itjen Kemenkes mengikuti praktik baik yang berkembang untuk mengetahui tingkat kesesuaian aktivitasnya dengan standar yang berlaku,” lanjut Irjen Chatarina.

Dilanjutkan oleh sambutan dari Rarit Gempari selaku Sekretaris Itjen Kemenkes. Rarit menyampaikan keharusan kegiatan ini tetap berjalan walaupun masih dalam keadaan pandemi. “Kita semua masih dalam masa pandemi dan seharusnya masih bekerja dari rumah, namun pekerjaan harus tetap jalan. Oleh sebab itu bisa diatur proses telaah sejawat bisa dilakukan secara hybrid, luring maupun daring,” ujarnya.

Rarit juga melanjutkan pesannya bagi timTelaah Sejawat dari Itjen Kemenkes. “Untuk tim dari Itjen Kemenkes, jangan seolah mengaudit Itjen Kemendikbudristek, karena menelaah ini besar manfaatnya bagi yang menilai maupun dinilai. Hasil telaah sejawat ini pun tidak berhenti sampai telaah sejawat selesai dilakukan, tetapi menjadi lesson learned yang harus ditularkan kepada Kementerian lain,” jelasnya.

Itjen Kemendikbudristek sejak Tahun 2016 hingga 2021 selalu menelaah Kementerian lain diantaranya Itjen Kementerian Keuangan, Itjen Kementerian Dalam Negeri, Itjen Kementerian Sosial, Itjen Kementerian Koordinator Perekonomian, Inspektorat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, dan terakhir kepada Inspektorat Lembaga Administrasi Negara pada bulan Maret 2021.

Ada beberapa tujuan dilakukan telaah sejawat menurut AAIPI, yaitu:

1. Menjadi benchmarking bagi APIP lainnya.,p>

2. Mengetahui tingkat kesesuaian aktivitasnya dengan standar yang berlaku.

3. Menjamin bahwa aktivitas APIP mengikuti praktik yang sesuai dengan standar AAIPI.

4. Sebagai bukti kepada Pemangku Kepentingan tentang kualitas APIP.

Secara teknis, penilaian dalam Telaah Sejawat dilaksanakan berdasarkan kesesuaian jawaban dengan prosentase pemenuhan atas pertanyaan oleh Tim Penelaah, yang hasilnya secara kumulatif dikelompokkan ke dalam empat kategori simpulan, yakni: Sangat Baik, Baik, Cukup Baik dan Kurang Baik.

Kegiatan Telaah Sejawat Itjen Kemdikbudristek oleh Itjen Kemenkes akan berlangsung selama 5 hari, hingga Jumat, 17 September 2021. Pelaksanaan hari kedua dan ketiga dilakukan secara daring. Itjen Kemdikbudristek akan bekerjasama sebaik mungkin dengan Itjen Kemenkes dalam penyediaan data yang dibutuhkan selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini diharapkan akan menghasilkan output berupa hasil penilaian telaah sejawat Itjen Kemendikbudristek lebih baik dari hasil terakhir di tahun 2016. (RS)