ITS Juarai SHC 2020


Jakarta, (Itjen Kemendikbud) - Pandemi Covid-19 yang mengharuskan hampir semua kegiatan dilakukan secara daring, tak menyurutkan semangat sivitas akademika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk terus berprestasi.

Kali ini, salah seorang mahasiswa Departemen Desain Komunikasi Visual (DKV) ITS berhasil mengantarkan karyanya menjadi juara pertama kategori desain terbaik dalam Student at Home Challenge (SHC) 2020 di cabang lomba Visual Storytelling.

SHC 2020 adalah kompetisi daring yang diselenggarakan oleh IPB University dan diperuntukkan bagi mahasiswa program diploma dan sarjana dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Kompetisi ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan produktivitas mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi di tengah pengisolasian diri dalam masa krisis Covid-19.

Adalah Nabila Disarifianti, mahasiswi DKV ITS ini memanfaatkan keterampilannya dalam bidang desain untuk mengikuti salah satu cabang lomba dalam SHC 2020, yakni Visual Storytelling. Lomba ini menantang para desainer untuk dapat menerjemahkan cerita dari cabang lomba Kisah Inspiratif dengan tema Melawan Keterbatasan ke dalam bentuk gambar.

Lalak, sapaan akrabnya, mengaku bahwa keterlibatannya dalam kompetisi ini semata untuk mengisi waktu luangnya selama belajar dari rumah. “Apalagi saat ini banyak sekali kompetisi online yang berhubungan dengan bidangku (desain, red). Niatnya coba-coba aja untuk cari prestasi,” tuturnya.

Ilustrasi buatan Nabila Disarifianti, mahasiswa DKV ITS, yang meraih juara di Student at Home Challenge 2020

Dalam cabang lomba yang diikuti Lalak, tak semua pendaftar berkesempatan untuk menjadi finalis. Pada seleksi tahap pertama, semua pendaftar diwajibkan untuk mengumpulkan portofolio berupa karya orisinil yang dibuat sendiri oleh pendaftar tanpa campur tangan orang lain. “Untuk portofolio ini, aku melampirkan dokumen yang sudah aku punya, kebanyakan dari tugas kuliah,” jelasnya.

Dari 281 pendaftar untuk cabang lomba Visual Storytelling, hanya 20 pendaftar yang terpilih menjadi finalis lomba. Beruntung, mahasiswi asal Surabaya ini terpilih menjadi satu dari 20 finalis yang terpilih untuk mengikuti tahap selanjutnya. Dalam tahap ini, Lalak bukanlah satu-satunya mahasiswa ITS yang terpilih. Adapula Nadine Aulia Farah Diba, Aprilia El Shinta, serta Shearvina Deas Gunawan yang berada dalam daftar finalis lomba.

Dalam pembuatan karyanya ini, Lalak dipasangkan dengan Afif Husain Rasyidi dari Universitas Brawijaya yang membuat karya Kisah Inspiratif dengan judul Degeneratif. Kisah ini menceritakan tentang mimpi yang mulai terkikis karena low vision yang dialaminya. Sebuah kondisi di mana penglihatan seseorang mengalami batasan tertentu dalam melihat objek, tetapi akhirnya sang penulis memutuskan untuk belajar berdamai dengan dirinya sendiri dan berkeinginan menebar manfaat untuk orang lain.

Tags

shc2020