Kajian Bulanan Itjen Kemendikbudristek Mengangkat Tema Belajar Mendidik Anak dari Nabi Ibrahim


Jakarta, (Itjen Kemendikbudristek) – Binrohis Itjjen Kemendikbudristek menyelenggarakan kajian bulanan dengan mengangkat tema Belajar dari Nabi Ibrahim Dalam Mendidik Anak. Acara diadakan secara virtual melalui Zoom Meeting dengan pembicara Ust. Ajo Bendri seorang penggiat parenting islami pada Rabu, (14/7).

Kajian bulanan dimulai dengan pembukaan dari Sekretaris Inspektorat Itjen (Ses Itjen) Kemendikbudristek. Ses Itjen mengungkapkan harapannya dengan adanya kajian tersebut, keluarga Itjen Kemendikbudristek bisa mendapatkan pertolongan dan hidayah dari Allah SWT.

“Kepada seluruh warga Itjen Kemendikbudrsitek saya berpesan agar tetap menjaga 5M. Namun tetap semangat,” Tak lupa Ses Itjen tetap mengingatkan untuk melakukan protokol kesehatan, dilanjutkan dengan ungkapan terima kasihnya kepada Ajo Bendri selaku pembicara yang memberikan materi pada Kajian Bulanan.Lantunan Bacaan Quran yang dibacakan oleh Muslim juga tidak ketinggalan setelah pembukaan dari Subiyantoro. Selanjutnya, pemberian materi dari Ajo Bendri dalam acara Kajian tersebut.

Dalam isi materi yang dijelaskannya, Ajo Bendri menceritakan bahwa Nabi Ibrahim ditetapkan sebagai kekasih Allah SWT. Hal tersebut dibuktikan dalam surat An-Nisa ayat 124 yang bertuliskan ‘Dan Allah menjadikan Ibrahim sebagai kekasih-Nya’.

“Mengapa Allah menjadikan Nabi Ibrahim sebagai kekasih-Nya? Sebagian ulama mengatakan karena Ibrahim ini beriman satu-satunya disaat semua manusia di masanya itu Kafir,” tutur Ajo.

Bukan hanya itu, Allah juga menjadikan Ibrahim sebagai sosok kepala keluarga yang hebat, dan itu dibuktikan dalam surat Al-Imran ayat 133 di mana Allah memuji 4 manusia yang dijadikan sebagai teladan untuk umat muslim dalam menjalani kehidupan.

“Sesungguhnya Allah memilih Adam, memilih Nuh, memilih keluarga Ibrahim, dan keluarga Imran atas segala umat. Jadi, diantara semua hambanya ada 4 yang kita bisa pelajari sebagai contoh. Menariknya adalah khusus Ibrahim dan Imran disematkanlah keluarganya, itu menandakan Ibrahim dan Imran sukses menjalankan perannya sebagai kepala keluarga, sehingga semua anggota keluarganya dipuji sebagai keluarga Ibrahim dan keluarga Imran,”

Ajo Bendri juga menjelaskan bahwa syarat untuk menjadi keluarga terbaik, yang ada dalam keluarga Ibrahim dan Imran, terdapat tiga syarat diantaranya adalah : 1. Punya pasangan yang baik; 2. Punya keturunan yang baik; 3. Punya cucu dan cicit yang baik.

Selanjutnya, Ajo menjelaskan tentang seorang Ayah memiliki visi dalam upaya membangun keluarganya yang terdapat dalam surat Ibrahim ayat 35, 36, dan 37. Seorang Ayah harus mempunyai visi dan misi yang disebut sebagai GBHK (Garis-garis Besar Haluan Keluarga), dan hal itu dimiliki oleh Ibrahim.

“Ketika dia, dalam hal ini meninggalkan istrinya, lihat rangkaian doanya menunjukkan visi misi yang panjang terhadap pendidikan bagi anak-anaknya. ‘Ya Tuhanku jadikan negeri ini negeri yang aman dan nyaman. Dan jauhkan aku dan keturunanku dari menyembah berhala’ dia pikirkan dulu keamanan dan kenyamanan bagi tempat tinggal, dan memohon agar dia dan keturunannya bersih akidahnya, tauhidnya, dan pendidikan tauhid adalah pendidikan utama dalam islam, karena itu menentukan pada kelanjutkan pendidikan bagi anak-istrinya,” tutur Ajo.

Ajo juga melanjutkan, bagaimana Ibrahim memfokuskan pada pendidikan keturunannya yaitu ketika Ibrahim memilih rumah di tempat yang tandus, tetapi dekat dengan rumah Allah yang dimuliakan.

Terakhir, kegiatan acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan doa bersama oleh peserta yang mengikuti Kajian Bulanan oleh Binrohis Itjen Kemendikbudsitek.