Kemendikbud Dan Kemendagri Bentuk Satgas PPDB


Jakarta, (Itjen Kemendikbud) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sepakat membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk memastikan  berjalannya kebijakan zonasi dalam sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sekaligus menutup kecurangan dalam penerimaan siswa baru.

Satgas tersebut akan diperkuat masing-masing tim dari  Kemendikbud dan Kemendagri yang  secara bersama-sama  mengawasi implementasi kebijakan zonasi hingga ke daerah-daerah.

“Kami mendapatkan dukungan penuh dari Kemendagri, terutama untuk mengatur sistem PPDB,” tutur Mendikbud Muhadjir Effendy usai melakukan  pertemuan dengan Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakhrulloh, di Kemendikbud.

Mendikbud menuturkan, untuk mengawasi implementasi kebijakan zonasi dalam sistem PPDB, Kemendikbud akan mengirimkan petugas hingga ke daerah-daerah dengan pendampingan dari Kemendagri.

"Tim PPDB di samping dari Kemendikbud ada juga dari Kemendagri,” katanya.

Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakhrulloh menyatakan, tugas Satgas PPDB Kemendikbud dan Kemendagri akan dirumuskan lagi secara teknis. Yang pasti, Kemendagri akan melakukan pembinaan kepada daerah yang tidak menerapkan zonasi sesuai dengan peraturan. “Ini kebijakan nasional. Pemerintah itu satu. (Pemerintah) pusat, provinsi, kabupaten, atau kota, itu satu. Kalau sudah menjadi garis nasional, (pemerintah) daerah harus melaksanakan,” tegasnya.

Menurut Zudan Arif, penanggung jawab akhir urusan pendidikan nasional ada di pundak Mendikbud, bukan bupati atau walikota. Kepala daerah bertugas sebagai penyelenggara pendidikan yang taat asas dengan program nasional. Karena itu Kemendagri akan memberikan pendampingan kepada pemerintah pusat (Kemendikbud) dan pembinaan kepada pemerintah daerah dalam implementasi kebijakan zonasi. “Misalnya dengan sosialisasi, pemahaman, dan sanksi kalau tidak ikut (kebijakan nasional) berdasarkan undang-undang pemerintah daerah. Ini (zonasi) program nasional untuk tujuan nasional,” ujarnya. (emte)