Kemendikbud Siapkan Guru Mampu Beradaptasi Abad-21


Tasikmalaya, (Itjen Kemendikbud) -   Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar sosialisasi kesiapan guru menyongsong pendidikan abad ke-21 sebagai persiapan awal   menyiapkan guru-guru pendidikan dasar untuk mampu membekali peserta didiknya abad ke-21.

Kegiatan sosialisasi di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya Jawa Barat hari senin (6/8/2018) itu,  diikuti 180 guru sekolah dasar (SD dengan berbagai materi keterampilan abad ke-21, peraturan tentang jam mengajar guru, dan pengembangan profesi guru.

Kepala Subdirektorat Peningkatan Kompetensi dan Kualifikasi Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar Kemendikbud, Elvira, mengatakan guru perlu meningkatkan kompetensi secara terus-menerus seiring perkembangan zaman. Di abad ke-21  keterampilan komunikasi, bekerja sama, berfikir kritis, dan pemecahan masalah perlu dikuasai siswa, guru dituntut lebih kreatif dan inovatif dalam memberikan materi pelajaran di kelas.

Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, mengatakan bahwa guru adalah kurikulum yang sebenarnya, di mana peran guru sangat penting dalam pendidikan anak, terutama di jenjang pendidikan dasar. "Di abad ke-21 ini guru harus mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis," kata Ferdiansyah.

Guru juga harus meningkatkan kompetensi dengan berbagai cara, tidak semata-mata menunggu pelatihan dari pemerintah. "Bagi guru yang sudah menerima tunjangan profesi guru, jangan segan menyisihkan sebagian tunjangan tersebut untuk meningkatkan kompetensi diri," pesan lulusan Magister Manajemen Universitas Persada Indonesia tahun 1997 tersebut.

Ferdiansyah menambahkan bahwa peningkatkan kompetensi guru tidak hanya dalam bentuk mengikuti pelatihan atau lokakarya. Aktivitas-aktivitas seperti studi banding, diskusi dalam kelompok kerja guru, belajar dari berbagai sumber juga merupakan upaya peningkatan kompetensi. "Tugas peningkatan kompetensi guru juga tidak hanya dari APBN, perlu kontribusi dari organisasi profesi, swasta, dan guru itu sendiri," tambah Ferdiansyah. (Kemendikbud/emte)

 

Tags

guru
tasikmalaya