Keroncong Bale Art Project Cairkan Suasana RNPK 2019


Depok (Itjen Kemendikbud) - Musik keroncong yang awalnya merupakan musik peninggalan bangsa Portugis, memiliki penggemar tersendiri, khususnya kalangan orangtua. Dari kroncong kita mengenal Gesang, Ismanto, Mus Mulyadi, Waldjinah, Eny Kusrini.
Adalah band kroncong Bale Art project dari Yogyakarta, dalam gelaran RNPK 2019 di Sawangan, Depok, Jawa Barat, Senin pagi juga ikut memeriahkannya. Sayangnya, grup kroncong pimpinan Rizky Cipta Agung ini hanya tampil sehari, pada hari pembukaan saja.
Rizky Cipta Agung selaku Direktur Kesenian sekaligus manajer  mengungkapkan, awal mulanya terbentuk group kroncong ini karena ia memiliki kegandrungan terhadap musik keroncong. Selain itu, ia melihat fenomena teman-teman sebayanya yang masih mengganggur ketika ia lulus dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta tahun 2013.
Atas inisiatif itulah, tahun 2014 ia membentuk band Keroncong Bale Art Project sebagai sarana untuk memberikan lapangan pekerjaan bagi teman-temannya. Sebagaimana lazimnya, keroncong yang ditampilkan pada RNPK ini merupakan keroncong yang sudah terakulturasi dengan budaya Jawa. “Untuk keroncong yang masih murni dapat dijumpai di Tugu, Kec. Cilincing Jakarta Utara" ucapnya. 
Instrumen pengiring dalam keroncong ini ialah cak, cuk, cello, bas,  dan gitar. Sedangkan untuk instrumen melodinya menggunakan float dan biola. Uniknya, keroncong itu tidak terikat dengan satu budaya satu daerah. Mau lagu Sunda bisa, lagu Batak bisa, Jawa juga.
Rizky Cipta Agung berkeinginan, lewat grup Bale Art Project bisa diiubah paradigma bahwa keroncong itu musik para orang tua. “Lihat saja, personel-personel kita masih seger-seger, " tutupnya. (AD/Gts)