KKN Saat Pandemi di Mata Mahasiswa


KKN atau Kuliah Kerja Nyata adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh para mahasiswa sebagai bentuk pengabdiannya terhadap masyarakat dengan membuat program-program yang dapat membangun daerah-daerah di Indonesia. Seiring dengan datangnya pandemi Covid-19 ke negara ini, berdampak pada adanya perbedaan dalam pelaksanaan KKN yang dijalani oleh sejumlah mahasiswa dari Universitas yang mewajibkannya.

Walaupun dalam keadaan yang terbatas dengan diterapkannya karantina di sejumlah wilayah di Indonesia, pelaksanaan KKN terus berjalan untuk beberapa kampus baik dari universitas negeri ataupun swasta, akan tetapi banyak dari program-program yang sudah direncanakan harus diubah metode pelaksanaanya dengan beralih menggunakan metode daring.

Salah satu mahasiswi S1 Fakultas Ilmu Budaya Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea Universitas Gadjah Mada, Nada Fatikha Jasmine, memberikan pengalamannya terkait program pelaksanaan KKN yang ia lakukan di masa awal pandemi ini. Nada menjelaskan bahwa pihak dari FIB UGM melarang adanya kegiatan KKN secara tatap muka fisik.

“Sebenarnya sudah dapat desa yang akan menjadi tempat untuk KKN, tapi pihak kampus melarang banyak kumpul-kumpul, jadi diubah online.” Ujar Nada.

Selain itu Nada juga menambahkan bahwa selain dilakukan secara daring, lokasi dari KKN sendiri diubah menyesuaikan dengan lokasi tempat tinggal dari tiap mahasiswa. “iya, jadi aku KKN disini (rumahnya) cuma izin sama lurahnya dan program yang dilakuin lebih kaya sosialisasi daring gitu.” tambahnya.

Menurut Nada, kegiatan dari KKN daring ini menjadi kurang efektif karena tidak dapat terjun langsung menjalankan program kerja yang sudah direncanakan, berbeda dengan KKN secara luring yang dapat membantu masyarakat sesuai dengan bidang keilmuan yang sudah dipelajari masing-masing mahasiswa.

Hal serupa juga dirasakan oleh Anggita Febriani, mahasiswi S1 Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Ia melaksanakan program KKN dengan cara membagi-bagikan masker untuk masyarakat yang ada di sekitar tempat tinggalnya.

“Jadi gue gak KKN di daerah-daerah gitu. Karena pandemi jadinya disuruh bagi-bagi masker ke lingkungan masyarakat tempat tinggal,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa sebagai bukti KKN yang dirinya lakukan tersebut harus disertakan rekaman video dan juga foto yang menggambarkan program yang ia jalankan untuk dicantumkan di laporan.

Meskipun begitu, KKN sendiri memiliki manfaat yang baik bagi masyarakat maupun bagi mahasiswa yang menjalankannya. Bagi masyarakat yang tinggal di lokasi pelaksanaan KKN akan dapat banyak bantuan dan pembelajaran yang menjadi tujuan program kerja mahasiswa, seperti sosialisasi, pengajaran siswa sekolah, dan pembagian ilmu lainnya. Sedangkan untuk mahasiswa, kegiatan KKN dapat membuat mahasiswa belajar untuk berbaur di masyarakat luas, dan dapat sedikit mengimplementasikan apa yang sudah dipelajari selama kuliah walaupun tidak seperti KKN daring.