Lima Isu Strategis Diangkat di Rembuknas 2019 Kemedikbud


Jakarta, Itjen Kemendikbud - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali menyelenggarakan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK 2019) dengan lima isu bahasan strategis di bidang pendidikan dan kebudayaan.

RNPK 2019 digelar di Pusdiklat Kemendikbud, Bojongsari, Sawangan, Depok, Jawa Barat, 11 hingga 14 Februari 2019 diikuti 1.232 peserta antara lain satuan kerja di lingkup Kemendikbud pusat dan daerah, dinas-dinas provinsi, Dewan Kesenian Provinsi, organisasi profesi guru, yayasan pendidikan swasta, dunia usaha dan kalangan industri.

Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing, Ananto Kusuma Seta di Jakarta, Jumat mengemukakan,  forum RNPK dapat dijadikan ajang berbagi pengalaman dan informasi terkait praktik dan pengelolaan  pendidikan dan kebudayaan serta bersama-sama merumuskan solusi yang dapat diadopsi oleh pihak-pihak terkait.

"RNPK diharapkan dapat membangun sinergi pusat dan daerah serta masyarakat untuk menyukseskan program-program prioritas yang tertuang dalam Nawa Cita, sekaligus merumuskan rancangan kebijakan pendidikan dan kebudayaan 2020." jelas Ananto Kusuma Seta selaku Ketua Steering Committee RNPK 2019 pada konferensi pers di Kemendikbud, Jakarta, Jumat.

Salah satu dari lima isu strategis yang akan dibahas dalam RNPK 2019 yakni penataan dan pengangkatan, akselerasi proses redistribusi, peningkatan profesionalisme guru dan penerapan tunjangan guru berbasis kinerja.

Isu strategis kedua yang akan dibahas yakni sistem zonasi pendidikan, perluasan akses pendidikan (PPDB), percepatan pemerataan kualitas pendidikan dan peningkatan tata kelola pendidikan.

Sedangkan isu ketiga adalah revitalisasi vokasi dengan empat topik pembahasan yaitu pengembangan sertifikasi kompetensi, penguatan kerjasama dengan DUDI, penguatan enterpreneurship dan penuntasan peta jalan revitalisasi vokasi di daerah.

Dalam RNPK 2019 akan diangkat pula isu terkait program pemajuan kebudayaan termasuk upaya untuk merawat persatuan, toleransi dan kebhinekaan serta tata kelola pemajuan kebudayaan.

Isu keempat bahasan RNPK 2019 adalah penguatan sistem perbukuan dan gerakan literasi dengan tiga bahasan topik yaitu penyediaan buku di seluruh wilayah Indonesia, penguatan gerakan literasi nasional dan pelestarian bahasa daerah.

RNPK 2019 akan menghadirkan sejumlah pembicara baik dari lingkungan maupun dari luar Kemendikbud. Sejumlah menteri seperti ini Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Desa PDTT Eko Putro Sanjojo, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dan Wakil Ketua KPK Saut Sitomurang akan hadir sebagai narasumber RNPK 2019.

RNPK 2019 melibatkan 1.232 peserta terdiri dari pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan di pusat maupun di daerah, termasuk organisasi sosial dan komunitas pendidikan dan kebudayaan.

Ananto berpesan agar segenap pemangku kepentingan ikut mendukung dan menyukseskan  RNPK 2019 untuk menguatkan program pendidikan dan memajukan kebudayaan. (Ulf/NS)