Lulusan SMK Sebaiknya Jadi Wirausaha


Lulusan SMK Sebaiknya Jadi Wirausaha

(Depok/Itjen Kemdikbud) - "Minat sekolah di SMK semakin menurun akibat tingginya angka pengangguran. Karenanya, lulusan SMK jangan salah tempat pekerjaan, sebaiknya menjadi wirausahawan.” Demikian dikatakan Slamet Sulistyono seorang founder PT Benih Citra Asia saat menjadi pembicara pada diskusi kelompok dalam rangkaian acara RNPK 2019. Dengan mengangkat tema diskusi penguatan entrepreneurship, Slamet memaparkan materinya yang mengangkat tema “Penguatan Entrepreneurship melalui Pendidikan dan Pelatihan Vokasi.”

Membuka diskusi hari ini, Slamet menjelaskan tentang pelatihan vokasi. Pelatihan vokasi sendiri mengarah pada tenaga kerja yang berdaya saing dan terampil. Salah satu di antaranya dilahirkan melalui pendidikan dan pelatihan vokasi yang bermutu da’ relevan dengan tuntutan dunia usaha dunia industri (DUDI) yang terus-menerus berkembang. "DUDI harus lebih berperan dalam mendorong dunia pendidikan. Harus bergerak bersama dengan pendidikan dan saling menguatkan antara DUDI dan dunia pendidikan,"
tambahnya. Revitalisasi pada SMK sendiri merupakan sebuah penguatan peran sekolah menengah kejuruan dalam penyiapan SDM terampil berkualitas.

Terdapat 4 arah revitalisasi pendidikan vokasi ke depan. Pertama, paradigma demand driver, mengharapkan dunia usaha, dunia industri, dunia kerja yang seharusnya lebih berperan menentukan, mendorong, dan menggerakkan pendidikan karena mereka adalah pihak yang lebih berkepentingan dari sudut kebutuhan tenaga kerja.

Kedua, penguatan link and match lewat DUDI dengan menggunakan sistem ganda.
"Sistem ganda itu siswa belajarnya 30% di sekolah, 70% praktik dan pendidikan karakter di DUDI," tutur Slamet. Pada poin ketiga, sangat penting untuk menumbuhkan minat bakat pada sekolah kejuruan setelah lulus SD agar siswa dapat lebih cepat mengetahui ke mana jalan minat dan bakat siswa itu sendiri.

Adapun poin terakhir adalah memulai sekolah kejuruan pada tingkat SMP. Hal ini dilakukan agar siswa bisa lebih memahami mengenai minat dan bakatnya lebih cepat dibanding jika baru memulai sekolah kejuruan saat jenjang SMK. (ULF/Gts)