Mendagri : Ajak Masyarakat Ke TPS


Sawangan, (Itjen Kemendikbud) – Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo meminta kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan untuk mengajak  masyarakat calon pemilih untuk beramai-ramai datang ke tempat pemilihan suara sebagai bentuk partisipasi membangun demokrasi.

“Ajakan ini penting dalam mewujudkan pesta demokrasi berkualitas,” kata Mendagri, dihadapan 1.238 peserta Rembuk Nasional Pendidikan Dan Kebudayaan (RNPK) 2019 di Pusdiklat Sawangan, Depok, Selasa (12/2/2019).

Ia mengutip target Komisi Pemilihan Umum (KPU) minimal  78 persen calon pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT)  hadir menunaikan hak pilihnya di TPS masing-masing

sekaligus memperbaiki kuantitas kepersertaan pemilihan umum.

Secara kuantitatif, dibanding Pemilu masa lalu seperti yang terjadi pada tahun 1955 tingkat kepersertaan hak pilih warga mencapai 91 persen, namun belakangan ini makin turun dan bahkan ada proses Pemilukada di Medan pemenangnya hanya mendapat 31 persen.

Keterlibatan kaum pendidik dalam membantu memasyarakatkan hal-ihwal Pemilu dinilai Mendagri cukup strategis, karena mereka adalah sekelompok panutan dari warganya. Apalagi Pemilu 17 April 2019 mendatang para pemilih akan diberikan Lima kertas suara untuk Pilpres, DPR, DPD, DPRD provinsi dan DPRD Kota/Kabupaten hingga dalam penelitian diperkirakan akan membutuhkan 11 menit bagi setiap calon pemilih  untuk berada di bilik suara.

Mendagri menyingkap, saat ini bangsa Indonesia sedang berhadapan kepada tantangan besar baik menyangkut isu ujaran kebencian, SARA, fitnah dan banyak hal lagi yang merusak tatanan berbangsa dan negara sekaligus tantangan berdemokrasi.(emte)