Menjadi Pemuda yang Berperan untuk Bangsa


Setiap 10 November masyarakat Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Peristiwa bersejarah yang terjadi 75 tahun silam di Surabaya adalah latar belakang ditetapkannya hari tersebut.

Jasa para pahlawan yang berjuang dalam pertempuran di Surabaya tidak akan pernah terlupakan. Mereka tanpa kenal lelah, bahkan berlumuran darah, rela bertempur demi bangsa Indonesia.

Sutomo atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bung Tomo adalah salah satu tokoh penting yang dengan berani berpidato melalui corong radio. Suaranya menggelorakan semangat rakyat untuk melawan pasukan Inggris dan NICA-Belanda.

Pada saat itu usia Bung Tomo masih sangat muda, 25 tahun. Namun, jasanya sangat berarti untuk Indonesia. Berkaca dari beliau, pemuda adalah tonggak penting bagi sebuah negara. Pemuda adalah pusat kemajuan bangsa.

Mengutip dari perkataan anggota Asosiasi Pelajar Banua Internasional, Kamaluddin Ikhsan pada Forum Kepemudaan Nasional 2020 yang diadakan oleh Relawan Mengajar Kalimantan Selatan, peran pemuda bagi Indonesia bisa ditelaah dari isi Sumpah Pemuda:

“Pemuda adalah tanah dan air dari Indonesia. Sesuatu yang dihasilkan pemuda, itulah yang akan membangun Indonesia. Dari pemuda tumbuh cita-cita bangsa.”

“Pemuda adalah bangsa Indonesia. Perekat di antara sekat-sekat, pemersatu hal-hal yang belum bersatu.”

“Pemuda adalah bahasa Indonesia. Penyambung lidah masyarakat yang belum tersampaikan.”

Begitu penting peran para pemuda. Lantas bagaimana cara pemuda mengambil sikap agar siap berperan bagi Indonesia? Ada enam sikap yang bisa dilakukan, yaitu:

  1. Kritis

Pemuda harus mempunyai sikap konstruktif akan sesuatu, bisa dimulai dari hal kecil yang dilakukan diri sendiri. Kritis bukan hanya sekadar mencari kesalahan atau memberikan pendapat tidak setuju tetapi dibarengi dengan solusi yang membangun.

  1. Idealis

Idealis adalah orang yang bertindak berdasarkan pengalaman sehingga membentuk pendirian yang kuat pada dirinya. Sebagai pemuda, sikap teguh atas keyakinan pada sesuatu yang dikerjakan sangat perlu dimiliki agar tidak goyah ke depannya.

  1. Progresif

Pemuda harus terus belajar agar selalu berkembang. Pelajaran dapat diperoleh dari mana saja, baik dari bidang akademik mau pun dari pengalaman hidup.

  1. Dinamis

Pemuda harus bisa mengikuti aliran sungai yang mengalir. Ketika terjadi perubahan, pemuda mampu menempatkan diri untuk menghadapi tantangan yang datang.

  1. Kreatif dan inovatif

Setiap orang pasti mempunyai sisi kreatif dan inovatif. Buatlah perubahan meskipun bukan hal yang besar karena ide bisa berasal dari passion yang dimiliki. Namun, terkadang kreativitas tidak muncul sendiri, perlu faktor eksternal untuk mengasahnya. Salah satu yang dapat dilakukan adalah mengikuti banyak kegiatan dan bergaul dengan orang baru.

  1. Reformis dan futuristik

Sejalur dengan sikap dinamis, pemuda mampu mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi permasalahan. Pilihannya adalah mengubah sesuatu dengan belajar dari masa lalu atau mengembangkan apa yang sudah ada dari masa lalu.

 

Sikap-sikap tersebut mudah dijalankan jika ada tekad yang kuat. Jangan minder dengan kekurangan karena setiap orang memiliki kelebihan. Rasa tidak percaya diri akan hilang jika mau memulai dan mencoba.

 

Referensi:

Forum Kepemudaan Nasional 2020 yang diadakan oleh Relawan Mengajar Kalimantan Selatan.