Penambahan Kasus Covid-19 di Jakarta Makin Melambat


Jakarta, (Itjen Kemendikbud) - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan kasus baru positif COVID-19 di DKI Jakarta "mengalami perlambatan" sepanjang penerapan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB).

DKI adalah provinsi pertama di Indonesia yang menerapkan restriksi ini pada 10 April. Pada 24 April, PSBB DKI diperpanjang hingga 22 Mei. "Khusus DKI, perkembangan yang terakhir kasus positif telah mengalami perlambatan yang sangat pesat dan saat ini sudah mengalami flat," kata Doni usai rapat penanganan COVID-19 bersama Presiden Joko Widodo dan jajaran kabinet, Senin (27/4/2020) lalu.

Pria yang juga menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini berharap tren penurunan pasien positif terus berlanjut. "Mudah-mudahan langkah tegas yang dilakukan Gugus Tugas Provinsi DKI dapat memberikan efek yang positif, semakin berkurangnya kasus di Jakarta."

Namun benarkah kasus positif COVID-19 di DKI menurun? Kendati fluktuatif, pasien positif di DKI terus bertambah setiap hari, sejak PSBB diterapkan hingga Senin 27 April.

10 April: Pada hari pertama PSBB, pasien positif bertambah 91

11 April: Pasien positif bertambah 93

12 April: Bertambah drastis ke angka 179

13 April: Bertambah 160

14 April: Pertambahan menurun ke angka 107

15 April: Pertambahan kembali turun, 98 pasien

16 April: Pertambahan terbanyak sejak muncul kasus COVID-19 di Jakarta, bahkan dua kali lipat dari hari sebelumnya, yakni 223

17 April: Pertambahan melambat ke angka 153

18 April: Pertambahannya turun hingga setengah dibanding hari sebelumnya, yakni 79

19 April: Bertambah 131

20 April: Bertambah 79

21 April: Kembali bertambah dua kali lipat dari hari sebelumnya, yakni 167

22 April: Pertambahan menurun sebanyak 120

23 April: Pertambahan terus melandai sebanyak 107

24 April: Pertambahan menurun ke angka 99

25 April: Pertambahan kembali menurun ke angka 76

26 April: Pertambahan menurun lagi, yakni 65

27 April: Pertambahan pasien 86, meningkat lagi