Pengangkatan Satu Juta Guru Honorer


     Jakarta (Itjen Kemendikbud) - Menjelang Hari Guru 25 November mendatang ada kabar baik yang datang untuk para guru honorer di seluruh Indonesia. Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda lewat laman twitter resminya pada Senin (16/11/2020) menuliskan, "Pemerintah akan melakukan seleksi terhadap guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) tahun 2021."

     Perbedaan mendasar antara PNS dan PPPK adalah PNS berstatus sebagai pegawai tetap dan memiliki Nomor Induk Kepegawaian (NIK) dari pemerintah, sedangkan PPPK merupakan pegawai dengan perjanjian kerja dengan kontrak minimal 1 tahun dan bisa diperpanjang maksimal hingga 30 tahun.

     Pemerintah menargetkan 1 juta guru honorer menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK). Para guru honorer harus segera mempersiapkan diri agar bisa lolos seleksi.

     Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim pada rapat kerja Komisi X DPR RI pada Senin (16/11/2020) mengatakan, “Pertanyaan mengenai yang diprioritaskan sudah tidak relevan. Semua guru honorer akan bisa mengambil teks seleksinya.”

     Nadiem juga mengatakan tidak ada daerah tertentu yang diprioritaskan, tetapi lolos atau tidaknya tergantung dari kompetensi masing-masing. Para guru honorer akan melewati beberapa tahap seleksi yang dilakukan mulai dari seleksi administrasi, seleksi kemampuan bidang, hingga proses wawancara.

     Pemerintah daerah dapat mengajukan lebih banyak formasi guru PPPK, sesuai kebutuhan kepad Kemenpan-RB sampai tanggal 31 Desember 2020. “Mari kira upayakan persyaratan tidak memberatkan agar dapat diangkat semua,” tutup Syaiful Huda. (ATR)