RBI Tergantung Manusianya


Samarinda, (Itjen Kemendikbud) – Penentu awal dan penentu akhir berhasil tidaknya Reformasi Birokrasi Internal (RBI) sangat ketergantungan faktor “manusianya” sementara faktor lain hanyalah pelengkap termasuk ketersediaan dana dan aturan.
Ini diungkap melalui pengalaman Kepala LPMP Jawa Tengah, Harmanto, ketika berbicara dihadapan peserta sosialisasi RBI dilingkup unit pelaksana tehnis Kemendikbud se Kalimantan Timur di Samarinda, Selasa, 26/6.
Kemampuan kolektif dibutuhkan dalam menunjang keberhasilan RBI tetapi kemampuan dan integritas individual menjadi titik sentral, khususnya dalam menggerakkan roda manajemen yang menjadi salah satu pengungkit RBI.
“RBI itu menuntut serba kepastian, karena disitulah inti dari adanya perubahan good governance”, tegasnya.
Sebelumnya, Sekretaris Tim Pelaksana RBI, Berni Syam memprediksi bahwa tidak lama lagi realisasi reformasi birokrasi Internal (RBI) sudah menyentuh seluruh unit pelaksana teknis di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di seluruh Indonesia dengan target tunggal mewujudkan zona integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK).
Potensi ini terlihat jelas melalui evaluasi mendalam program sosialisasi RBI di sebelas provinsi di Indonesia dengan melatih lebih dari 1.000 aparat sipil negara Kemendikbud sebagai agen perubahan mewujudkan WBK setidaknya adanya perubahan karakter sebagai abdi pelayanan, kata Sekretaris Tim Kerja RBI Kemendikbud, Berni, ketika berbicara pada kegiatan sosialisasi RBI di lingkungan UPT Kemendikbud.
Embrio dari para agen perubahan menggerakkan RBI itu akan terus meluas hingga akan menyentuh seluruh ASN di lingkungan Kemendikbud yang saat ini berjumlah 16.157 pegawai.
“Kita tidak perlu berlama-lama menunggu wujud RBI itu, karena kita tidak akan pernah berhenti menuju adanya perubahan sebuah tata pemerintahan yang baik”, kata Berni.