Refleksi Historis Bertajuk Pameran Nusa Rempah dalam PKN 2020


Jakarta (Itjen Kemdikbud) - Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2020 suguhkan pameran karya refleksi historis seputar Jalur Rempah. Pameran yang bertajuk Nusa Rempah ini diselenggarakan mulai dari 1 – 17 November 2020 secara daring melalui laman yang terintegrasi dengan platform digital pkn.id. Terdapat empat seniman kontemporer Indonesia yang turut andil dalam pameran ini. Di antaranya, Titarubi, kelompok Sembilan Matahari, Bandu Darmawan dan Ng Swan Ti.  

Dalam pelaksanaannya, pameran ini memadukan karya dua dan tiga dimensi dengan seni sastra. Selain itu proyek ini juga menampilkan elemen-elemen maritim seperti kapal, pantai, lautan, pelabuhan, yang merepresentasikan Jalur Rempah bukan hanya sebagai jalur perniagaan dunia sebelum masa Kolonial Belanda, tetapi juga adanya proses pertukaran dan asimilasi budaya selama beberapa abad.

Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbud Restu Gunawan menyampaikan tujuan diselenggarakan pameran Nusa Rempah ini adalah untuk membangkitkan memori kolektif khalayak tentang sejarah Jalur Rempah Nusantara. Diharapkan karya-karya di dalamnya diharapkan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat.

“harapan saya dengan diselenggarakannya pameran ini masyarakat bisa teredukasi mengenai nilai penting yang terkandung di dalam Jalur Rempah. Jalur Rempah adalah jalur budaya bahari, sebuah warisan penting yang menguatkan identitas bangsa. Oleh sebab itu, karya-karya dalam pameran ini menggarisbawahi pentingnya Jalur Rempah sebagai sebuah warisan budaya,” ungkapnya.

Di samping itu, dirinya menambahkan, penggarapan Nusa Rempah juga melibatkan kerjasama berbagai pihak. Mulai dari diskusi antara empat seniman partisipan dengan sejumlah sejarawan hingga didukung oleh kontribusi pemikiran sejumlah peneliti sejarah yang menekuni ihwal Jalur Rempah. Adapun nama kurator seni rupa Agung Hujatnikajennong yang juga turut andil guna menyukseskan pameran tersebut.

“Terima kasih kepada para seniman dan kurator pameran. Semoga pameran ini mampu memberikan dampak positif terhadap pengembangan kebudayaan khususnya kesadaran masyarakat mengenai Jalur Rempah, serta dapat menjadi referensi baru bagi para pengunjung pameran, para seniman dan peminat sejarah,” tutup Restu Gunawan dalam sambutannya.