Rembuk Nasional Untuk Mencerdaskan Bangsa


Depok (Itjen Kemendikbud) - Rembuk Nasional ditransformasikan untuk implementasikan kehidupan sehari-hari mengenai bagaimana mencerdaskan kehidupan bangsa selain tujuan yang lainnya. Hal tersebut dikatakan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo Selasa (12/02)  saat menjadi pembicara dalam Sidang Pleno ke-2 perhelatan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan yang diadakan di Pusdiklat Kemendikbud Sawangan Depok.

Dalam paparannya, Wamenkeu membahas tentang Human Capital  Indeks Indonesia yang masih relatif  di bawah rata-rata kawasan, masih 0,54 dibandingkan dengan yang lain.

“Namun demikian kita masih di atas rata-rata negara lower middle income," tutur Mardiasmo

Komponen yang membentuk human capital indeks ini antara lain komponen survival, probabilitas hidup bangsa, sekolah dan kesehatan. Sebagai penekanan sekolah dan kesehatan tidak dapat dibedakan karena merupakan satu kesatuan. "Sehat dulu baru dididik. Orang itu sehat dulu baru setelah itu dilakukan pendidikan. Masih ada anak di bawah 5 tahun yang stunting," tegas Mardiasmo.

Mengenai APBN 2019 dikatakan, salah satu hal yang strategis adalah penguatan bidang kesehatan melalui program penurunan stunting terintegrasi. Stunting merupakan kondisi di mana seorang anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan ia lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya. "Stunting harus kita berantas bareng-bareng," lanjutnya.

Dalam paparannya, Mardiasmo juga menyinggung mengenai bagaimana memberikan penajaman fokus terhadap penggunaan anggaran pendidikan. Ia menekankan bahwa anggaran yang diberikan pada tahun sudah besar. Dan ia juga menambahkan bahwa yang menjadi permasalahan bangsa ini bukan kekurangan duit tapi bagaimana mengalokasikannya. (ULF/Gts).