Sekolah Perlu Antisipasi Serangan Siber


Jakarta, (Itjen Kemendikbud)  -  Dunia pendidikan terutama institusi sekolah harus mewaspadai serangan siber yang belakangan ini makin marak. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bekerja sama dengan Honeynet Project melaporkan bahwa 12,9 juta serangan siber telah terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2018.

Serangan malicious software (malware) mencapai 513,9 ribu  kali yang  terdeteksi melalui 21 sensor milik Honeynet. Malware adalah suatu program yang dirancang dengan tujuan untuk menyusup ke sistem komputer.

Hasil pemantauan BSSN hari Jumat (8/2/2019) menyebut,   2,6 juta serangan siber berasal dari Rusia sesuai hasil deteksi  sensor Honeynet melalui nomor internet protocol (IP). Ada kemungkinan, peretas (hacker) memanfaatkan alamat IP dari Rusia untuk melakukan serangan, menyusul kemudian  berasal dari Tiongkok 1,9 juta dan Amerika Serikat (AS) sebanyak 1,4 juta.

Jaringan komputer (port) yang paling banyak diincar peretas adalah port smbd sebanyak 2,1 juta serangan. Kemudian, port SipSession 1,3 juta dan SipCall sebanyak 1,2 juta serangan. Port adalah mekanisme yang mengizinkan sebuah komputer untuk mendukung beberapa sesi koneksi dengan komputer lain.(emte)