Semangat Kemendikbud Menuju Satker WBK dan WBBM


(Jakarta/Itjen Kemendikbud)-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan semakin semangat menggalakkan para Satker menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Untuk itu, Inspektorat I Itjen Kemendikbud mengadakan kegiatan Fasilitasi/Asistensi pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM di beberapa satker Ditjen PAUD dan Dikmas dan Ditjen Kebudayaan.

Dari beberapa BP-PAUD dan Dikmas yang difasilitasi oleh Inspektorat I, terdiri dari daerah Sumatera Utara, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat serta Pusat Pengembangan (PP) PAUD dan Dikmas Jawa Tengah.

Adapun Satker dari Ditjen Kebudayaan yang sedang membangun Zona Integritas, terdiri dari Museum Nasional Jakarta, Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah, Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran, Balai Korservasi Borobudur, Museum Benteng Vredeburgh Yogyakarta, Balai Pelestarian Cagar Budaya D.I. Yogyakarta, Balai Pelestarian Nilai Budaya DI. Yogyakarta, dan Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali.

Dalam kegiatan ini Inspektur Jenderal melalui Inspektur I menugaskan Auditor Inspektorat I untuk melihat data dukung pembangunan ZI menuju WBK atas 6 komponen pengungkit dan 2 indikator hasil sehingga satuan kerja yang telah diusulkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk ditetapkan menjadi satker WBK oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menjadi kenyataan.

Inspektur I menargetkan adanya keseragaman dan pemahaman dan tindakan dalam membangun Zona Integritas menuju WBK/WBBM. Inspektur I berpesan kepada tim untuk membagi tugas personel fokus kepada area perubahan tertentu untuk mencermati dan mencatat dokumen yang harus dilengkapi serta rekomendasi per item-nya untuk tidak dikerjakan secara keroyokan tetapi tetap menyimak pada pembahasan 6 area perubahan, agar memudahkan dalam laporan per tim.

Maralus Panggabean (Pengendali Mutu Inspektorat I) mengingatkan kepada tim agar menayangkan lembar kerja evaluasi (LKE) dan memeriksanya. “Beri rekomendasi, apa saja dokumen yang harus dipersiapkan sesuai dengan area perubahan yang dilakukan,” tegasnya.

Itjen Kemendikbud berharap Unit kerja berpredikat WBK/WBBM merupakan outcome dari upaya pencegahan korupsi yang dilaksanakan secara konkret di dalam lingkup Zona Integritas.

Pengembangan WBK/WBBM secara bertahap sejalan dengan konsep Island of Integrity. Diharapkan menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai IPK Indonesia. Untuk itu diperlukan upaya dan pendekatan yang proaktif dalam rangka memperlihatkan kepada dunia internasional/global, bahwa upaya pencegahan korupsi di Indonesia dilakukan secara kontinu dan komprehensif.(emte)

Tags

Zona Integritas
WBK
WBBM
PAUD dan Dikmas
Kebudayaan
Inspektur I