Tenda-tenda Kelas Darurat Segera Disiapkan


PROSES belajar mengajar pasca gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah, Jumat pekan lalu (28/9) tidak bisa berlama-lama terhenti karena akan membuat siswa korban bencana tertinggal dari wilayah-wilayah lainnya.

“Kegiatan belajar agar tidak terlalu lama berhenti. Kelas-kelas darurat akan segera disiapkan bersama dengan berbagai relawan dan lembaga masyarakat, “ ujar Mendikbud Muhadjir Effendy  usai menghadiri Muhammadiyah Jogya Expo, Jumat (5/10).

Menurut dia, ada tiga tahapan yang akan dilakukan pemerintah guna memastikan agar kegiatan belajar mengajar di wilayah dampak bencana tetap berjalan, yakni tahap pertama dengan membangun kelas darurat sebagai tempat belajar sementara terbuat dari tenda sesuai standar Badan PBB untuk Anak-anak (Unicef).

Tahap kedua dengan membangun sekolah sementara oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang diharapkan bisa rampung dalam tiga sampai empat bulan, kemudian tahap ketiga, membangun sekolah-sekolah permanen yang memerlukan waktu satu sampai dua tahun.

Mendikbud juga mengimbau pemerintah daerah setempat dan daerah lainya untuk mengedepankan fleksibilitas dalam menerima siswa baru terdampak gempa dari Kota Palu,  Kab. Donggala dan Kab. Sigi.

“Kesampingkan dulu soal administrasi, bisa menyusul belakangan. Kedepankan pemenuhan hak anak untuk mengenyam pendidikan,” tuturnya.

Berdasarkan catatan sementara Kemdikbud, paling tidak 600 lebih bangunan sekolah, 3.051 ruang kelas di sekolah-sekolah di Kota Palu, Kab. Sigi dan Kab. Donggala mengalami kerusakan, dan 1.460 diantaranya rusak berat. Selain itu, sekitar 20.000 guru dan 100.000 pelajar  terkena dampak bencana. 

Mendikbud juga berharap agar warga dapat menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yang tedampak gempa, baik yang menjadi yatim piatu atau penyebab lain yang membuat mereka tidak bisa sekolah kembali,” ujarnya.

Selain mengirimkan bantuan peralatan sekolah dan tenda-tenda darurat, Kemdikbud bekerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi berencana mengirimkan tim penyembuhan trauma (trauma healing) guna mendampingi guru dan siswa korban gempa dan tsunami.

Muhadjir, Sabtu ini (6/10) berada di kota Palu untuk mengoordinasikan penanganan bencana terutama penyampaian bantuan di titik-titik strategis dan juga menyaksikan kondisi guru dan siswa yang terdampak bencana. (Nanangs)

 

Tags

Mendikbud di Palu
Gempa Palu dan Donggala
Tenda Kelas Darurat