Tiga Hal Penting dalam Pembangunan ZI-WBK


(Jakarta/Itjen Kemendikbud)-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan semakin menggalakkan pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi di satuan-satuan kerjanya. "Zona integritas sendiri adalah miniatur reformasi birokrasi," ungkap Deputi Bidang Reformasi Birokrasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PAN RB) Muhammad Yusuf Ateh. Ateh memberikan contoh dari institusi yang berhasil dalam hal reformasi birokrasi yaitu Polres. "Kalau polisi bisa, kenapa kita tidak bisa?" tambahnya.

Menurut Ateh, terdapat tiga program penting yang perlu dilakukan agar lolos sebagai institusi Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Ia menjelaskan hal pertama yang perlu dilakukan adalah harus adanya komitmen pemimpin yang kuat agar dapat memberikan energi yang kuat kepada staf di sekitarnya.

Ateh mengambil contoh dalam Polres, dengan rutinnya pengadaan apel setiap harinya dan pemimpinnya yang secara terus-menerus memberikan pengarahan mengenai hal hal yang berkaitan dengan WBK.

Program kedua, lanjut Ateh, adalah bagaimana cara menyampaikan atau menyebarkan sistem yang dimiliki. Salah satu contohnya adalah kemudahan dalam pelayanan. Terakhir, dirinya juga menjelaskan bahwa instansi tersebut harus dapat melakukan perubahan yang hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Salah satu contoh dari poin ketiga adalah kenyamanan sarana yang diberikan oleh Polres dalam memberikan wadah pengaduan bagi masyarakat. Hal tersebut mencakup tempat, staf yang bekerja, hingga pemberian layanan yang maksimal, jelas Ateh. Ia juga membeberkan contoh layanan maksimal di Polres seperti tempat pengaduan yang didesain senyaman mungkin.

"Di Polres itu, tempat pengaduannya itu tempat nya ber-AC, staf yang berkerja sangat ramah jadi masyarakat puas. Saya pernah bertanya pada salah satu masyarakat sehabis melakukan pengaduan motor yang hilang. Setelah selalu dari ruang pengaduan, saya tanya bagaimana proses pengaduannya, dan orang itu menjawab bahwa pelayanan yang diberikan itu sangat baik walaupun motor saya tidak kembali ya itu menurutnya tersebut adalah takdir," cerita Didik Suhardi dalam rapat koordinasi evaluasi program reformasi birokrasi Kemdikbud tahun 2018 di Jakarta yang disambut dengan gelak tawa peserta. (ULF/UKI)

Tags

Zona Integritas