Visi Pembangunan Sumber Daya Manusia Tahun 2045


(Depok/Itjen Kemendikbud) – Deputi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan, Subandi Sardjoko menyampaikan visi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia 2045 beserta tantangannya. Hal itu disampaikan Subandi dalam paparannya sebagai salah satu narasumber dalam Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2019 di Pusdiklat Pegawai Kemendikbud, Sawangan, Depok, Jawa Barat, sejak 11 s.d. 14 Februari 2019.

Menurut data Bank Dunia, Human Index Capital (HCI) Indonesia berada pada skor 0,53%. Artinya, anak Indonesia yang lahir saat ini 18 tahun kemudian hanya dapat mencapai 53 persen potensi produktivitas maksimumnya. Hal itu menandakan bahwa sektor pembangunan SDM masih rendah. Jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN, Indonesia menduduki peringkat ke-6. Jadi, apabila hal itu dibiarkan, akan terjadi penurunan pembangunan sarana dan prasarana secara masif.

"Saat ini, angka kematian bayi masih bertengger di posisi tertinggi meskipun tingkat hidup persalinan telah meningkat. Selain itu, program wajib belajar dan permasalahan stunting harus pula diperhatikan," ujarnya. Atas dasar itulah, Kementerian PPN membuat visi pembangunan SDM tahun 2045 antara lain dengan mengedepankan aspek percepatan penurunan kasus-kasus stunting, perluasan jaminan kesehatan, wajib belajar dua belas tahun, perluasan kerja sama vokasi dengan kalangan industri, perpanjangan usia harapan hidup, serta pengembangan budaya literasi. (AD/NS)