Wamenkeu : HCI Indonesia Berada Pada Posisi 0,53


Sawangan, (Itjen kemendikbud) – Wakil Menteri Keuangan Prof Mardiasmo menyingkap bahwa Human Capital Index (HCI Indonesia yang merupakan kombinasi dari komponen daya tahan probabilitas hidup , sekolah dan komponen kesehatan baru mencapai angka 0,53.

“Ini terjadi  sedikit perbaikan bagi Indonesia dalam penguatan daya saing  untuk lepas dari posisi negara lower middle income, namun belum ke posisi upper middle income,” ungkap Wamenkeu, ketika berbicara dihadapan 1.280 peserta Rembuk Nasional Pendidikan Dan Kebudayaan (RNPK) 2019 di Pusdiklat Sawangan Depok, Selasa (12/2/2019).

HCI mengkombinasikan beberapa komponen untuk mengukur produktivitas tenaga kerja dimasa depan dari anak yang dilahirkan saat ini, atau sebuah nilai relative dari  patokan/rujukan (benchmark) jika sudah menamatkan pendidikan.

Dengan demikian, menurut Prof Mardiasmo, Indonesia tidak bisa memisahkan antara persoalan pendidikan dan kesehatan. Ada yang berpendapat sehat dulu baru kemudian  di didik atau sebaliknya.

Dalam masyarakat kita masih ditemukan anak dibawah Lima tahun yang mengalami stunting, karena itu beberapa kebijakan dan terobosan dalam APBN 2019 untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas belanja negara, optimalisasi pendapatan negara dan kemandirian APBN.

Hal baru yang bersifat strategis adalah menyangkut penguatan bidang kesehatan melalui program penurunan stunting terintegrasi melalui intervensi gizi sensitif pada 160 kabupaten/kota, kemudian penajaman anggaran pendidikan dengan peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan vocasi melalui standarisasi mekanisme “link and Match” antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industry, selain pengalokasian dana abadi pendidikan untuk percepatan pengembangan riset.

Penguatan program keluarga harapan (PKH), juga menjadi isu strategis karena penguatan   PKH tersebut akan memicu besaran manfaat pada komponen pendidikan dan kesehatan.(emte)