Warga Indonesia Di Malaysia Butuh SMK


Kuala Lumpur, (Itjen Kemendikbud) - Masyarakat Indonesia yang tinggal di Kuala Lumpur, membutuhkan adanya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melengkapi fasilitas sekolah   SD,SMP dan SMA  yang sudah ada sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah bagi  Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di kawasan semenjajung Malaysia.

"Ini kebutuhan mendesak jika pemerintah Indonesia menginginkan adanya daya saing antara TKI/TKW  dengan pekerja asing dari negara lain yang sama-sama mencari nafkah di negeri jiran", kata Haji Yosman Amiroedin di Kuala Lumpir, Sabtu 3/3 sehubungan diresmikannya Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) di KBRI Kuala Lumpur oleh Mendikbud pekan lalu.

Kualitas kemahiran jutaan TKI/TKW yang ada di Malaysia dinilai masih kalah bersaing dibanding pekerja negara lain seperti asal Filipina, Thailand dan Vietnam yang umumnya mereka berstatus pekerja siap pakai termasuk juga kemahiran berbahasa Inggeris sebagai bahasa harian di Malaysia.

Warga Indonesia di Malaysia menyambut hangat adanya fasilitas PKBM itu, kendati masih terpusat di lingkungan KBRI sementara TKI dan TKW lebih terkonsentrasi di perkebunan dan kawasan industri di luar kota.

PKBM KBRI Kuala Lumpur ini adalah yang pertama kali diresmikan di luar negeri. Mendikbud Muhadjir Effendy  berharap mata rantai kemiskinan di kalangan TKI dapat terputus melalui pendidikan ini dan diharapkan nanti akan terus dikembangkan lagi.

Sementara Dubes Ri untuk Malaysia, Rusdi Kirana  menyampaikan, masih banyak WNI di Malaysia yang tidak mengenyam pendidikan karena harus mengurus “perut” mereka, sehingga tidak memiliki waktu untuk belajar.

 “Dua hal yang tidak dimiliki TKI di Malaysia, pendidikan dan paspor, karena itu tahun ini kita berikan paspor dan penjaminan pendidikan untuk mereka,” ungkap Rusdi, seraya berharap Kemendikbud dan KBRI Kuala Lumpur mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di negeri jiran tersebut.(kemendikbud/emte)

Tags

SMK