Unicamp Preloader
Berita

Asesmen Diagnostik Diterapkan Menyambut Tahun Ajaran Baru

Asesmen Diagnostik Diterapkan Menyambut Tahun Ajaran Baru

Penulis: Bagus Cahaya Nugraha, Romanti Sawitri

Jakarta, (Itjen Kemendikbudristek)- Direktur Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Muhammad Hasbi, mengimbau para guru untuk melakukan asesmen diagnostik demi mengenali kemampuan setiap siswa, dan mengejar berbagai ketertinggalan akibat  adanya pandemi Covid-19. Asesmen ini difasilitasi dorongan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) agar satuan pendidikan melaksanakan pembelajaran tatap muka 100 persen demi mengejar ketertinggalan siswa selama masa pandemi Covid-19.

Ilustrasi guru melakukan asesmen diagnostik kepada siswa. (Foto: Kemendikbudristek)

”Guru perlu melakukan asesmen diagnostik kepada semua peserta didik. Jadi, saat PTM, guru bisa menerapkan pembelajaran berbasis kemampuan murid,” disampaikan Hasbi dalam acara Silaturahmi Merdeka Belajar, dengan topik “Pulihkan Pendidikan Melalui Pembelajaran Tatap Muka”, pada Kamis (14/7).

Hasbi melanjutkan, penerapan asesmen diagnostik ini sudah sejalan dengan upaya Kemendikburistek dengan memperkenalkan sebuah kurikulum yang disebut Kurikulum Merdeka. Asesmen ini sendiri merupakan sebuah asesmen yang dilakukan secara spesifik untuk mengidentifikasi kompetensi, kekuatan, kelemahan siswa, sehingga pembelajaran dapat dirancang sesuai dengan kompetensi dan kondisi siswa.

“Kurikulum Merdeka ini memiliki sejarah yang panjang di mana pada awal pandemi, Kemendikbudristek melakukan penyesuaian terhadap Kurikulum 2013 yang kemudian melahirkan Kurikulum Darurat,” ujarnya.

Menurut hasbi, pandemi Covid-19 membatasi aktivitas manusia sehingga berdampak salah satunya pada bidang pendidikan, di mana menyebabkan siswa kehilangan pembelajaran sehingga memicu menurunnya capaian belajar. Dari hasil penelitian yang dilakukan Kemendikbudristek, Kurikulum Darurat ini mampu mengatasi kehilangan pembelajaran yang terjadi di satuan pendidikan.

“Oleh karena itu, kurikulum ini kita sempurnakan menjadi Kurikulum Merdeka yang menjadi amunisi bagi pemerintah untuk melakukan pemulihan pembelajaran di masa pandemi Covid-19. PTM masih menjadi yang paling efektif dibandingkan dengan sistem lain, misalnya Pembelajaran Jarak Jauh. Ini adalah strategi utama kami untuk membawa kembali siswa ke sekolah,” pungkas Hasbi.

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.