Unicamp Preloader
Berita

Dukung Gerakan Literasi Nasional (GLN), Pemerintah Sediakan 2,9 Juta Buku untuk Daerah 3T NTT dan NTB

Dukung Gerakan Literasi Nasional (GLN), Pemerintah Sediakan 2,9 Juta Buku untuk Daerah 3T NTT dan NTB

Penulis: Bagus Cahya Nugraha, Romanti

 

Pengiriman perdana buku Gerakan Literasi Nasional ke NTB dan NTT, Selasa (12/07). (Foto: Kemendikbudristek).

Jakarta, (Itjen Kemendikbudristek) –Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa)  terus berupaya meningkatkan literasi masyarakat Indonesia. Upaya ini merujuk pada Program Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang dibuat pada tahun 2018 lalu.

Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo mengatakan bahwa tugas negara yang tertuang dalam UUD 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan setiap warga negara wajib mendapatkan pendidikan yang layak. “Oleh sebab itu, pemerintah wajib untuk terus berupaya meningkatkan kualitas SDM  tersebut salah satunya melalui program Gerakan Literasi Nasional yang praktiknya dilakukan dalam bentuk pengiriman perdana buku jenjang PAUD dan SD ke wilayah 3T,” jelas Imam.

Imam melanjutkan, ini memang menjadi kewajiban kita semua untuk menjalankannya amanah UUD,  mendistribusikan bahan bacaan untuk masyarakat khususnya bagi siswa yang ada di wilayah 3T. “Kami sangat berterima kasih kepada perusahaan ini dan juga PT Pos Indonesia yang sudah bekerja secara optimal untuk menyukseskan program ini,” ujar Imam yang disampaikan di Klaten pada Selasa (12/7).

Menurut Imam, apabila pemerintah tidak segera membuat terobosan maka dampak dari hilangnya pembelajaran akan terus dirasakan bahkan meski pandemi telah usai. Dalam pelaksanaannya pula, Badan Bahasa bekerja sama dengan PT Macanan Jaya Cemerlang, Klaten, Jawa Tengah sebagai salah satu perusahaan pemenang lelang yang ditugaskan untuk mencetak 19.640 buku PAUD dan 2.978.450 buku SD yang menyasar 2.757 sekolah. Sementara itu, PT Pos Indonesia digandeng menjadi mitra untuk membantu pengiriman buku ke wilayah tersebut.

Ketersediaan buku bacaan akan sangat bermanfaat bagi peserta didik sekolah dasar yang telah mengalami kehilangan bahan bacaan cukup lama, buku-buku tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat baca mereka dan menjadi buku pendukung pembelajaran. Karena itu, dalam program ini, Badan Bahasa melibatkan sebanyak 32 orang fasilitator pendampingan buku tingkat pusat, 243 orang fasilitator pendampingan buku tingkat regional, 7.609 orang fasilitator pendampingan buku tingkat kabupaten, serta para pegiat literasi di masyarakat.

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.