Unicamp Preloader
Artikel

Inilah Manfaat Bus Listrik yang Perlu Diketahui

Inilah Manfaat Bus Listrik yang Perlu Diketahui

Penulis: Afiandari Nur A, Romanti
desain: Nurul Lisda Rahmawati

Transportasi listrik tampaknya sudah mulai akrab di Indonesia. Hal itu dapat dilihat dari banyaknya mobil listrik yang semakin berseliweran di jalanan kota besar. Bahkan transportasi umum seperti bus juga mulai merambah kendaraan bertenaga listrik.

Industri otomotif memproduksi bus listrik yang memiliki beragam kelebihan dibandingkan bus konvensional yang memakai bensin sebagai bahan bakarnya. Berikut ini manfaat dan keuntungan bus listrik yang perlu kita ketahui.

Ilustrasi bus listrik TransJakarta. (Foto: transjakarta.co.id)
  1. Ramah lingkungan

Bus listrik membantu mengurangi polusi udara karena tidak memakai bahan bakar fosil, tetapi dari energi terbarukan. Dalam hal ini, bus listrik mempunyai mekanisme laju yang diproses menggunakan daya listrik, sehingga tidak menghasilkan residu emisi karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO2) yang dapat mencemari udara.

Kehadiran bus listrik menjadi solusi untuk Jakarta dan daerah perkotaan lainnya yang tingkat polusinya sangat tinggi. Dengan begitu, hidup penduduknya akan jauh lebih bahagia.

  1. Bebas dari bising suara mesin

Selain polusi udara, polusi suara juga termasuk satu dari banyak tantangan yang dihadapi daerah perkotaan. Bus listrik dinilai mampu mengatasi masalah tersebut.

Getaran dari mesin bus listrik yang lebih halus dibanding kendaraan mesin diesel ini menghasilkan suara mesin yang lebih senyap dan tidak bising. Baik pengemudi bus maupun penumpang menjadi lebih nyaman dalam perjalanan. Begitu pula pengendara mobil, motor, pejalan kaki bisa berkendara atau berjalan dengan suasana tenang.

  1. Pengisian bahan bakar lebih praktis

Berbekal daya penampungan arus listrik yang besar, maka sekali pengisian melalui pengecasan dapat digunakan dalam jarak jauh. Terlebih tidak perlu mengantri di pom bensin seperti bus konvensional, namun hanya perlu mengisi bahan baterai di rumah atau tempat umum yang sudah disediakan. Caranya, cukup menghubungkan alat pengisian energi ke bus listrik.

  1. Perawatan mudah dan hemat

Perawatan bus listrik terbilang mudah dan hemat pengeluaran, lantaran tidak memiliki gas buang. Adapun bus konvensional biasanya harus mengganti oli, radiator, dan lain-lain, sedangkan komponen bus listrik lebih sedikit. Alhasil biaya yang dikeluarkan pun tidak besar.

Terlepas dari hematnya biaya perawatan, harga pembelian bus listrik ini lebih mahal daripada bus biasa. Meskipun demikian, dalam hal untuk investasi jangka panjang dengan pertimbangan ramah lingkungan dan hemat biaya pemeliharaan, bus listrik bisa menjadi pilihan tepat.

Oleh sebab itu, mari kita apresiasi dan dukung bus listrik sebagai moda transportasi modern berkualitas tinggi yang menjadi pertanda semakin majunya teknologi dan elektrifikasi kendaraan di Indonesia.