Unicamp Preloader
Berita

Kemendikbudristek Fokus Pada Pemulihan Satuan Pendidikan Pasca Gempa Cianjur

Kemendikbudristek Fokus Pada Pemulihan Satuan Pendidikan Pasca Gempa Cianjur

Penulis: Romanti

(Cianjur, Itjen Kemendikbudristek) –  Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyampaikan bahwa Kementerian yang ia pimpin akan terus berupaya mempercepat pemulihan satuan pendidikan dan warga pendidikan yang terdampak gempa. Perbaikan bangunan sekolah juga akan segera dikoordinasikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Pernyataan Mendikbudristek tersebut disampaikan usai menyerahkan bantuan tanggap darurat bencana di Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Rabu (23/11).

Mendikbudristek mengunjungi SMAN 2 Cianjur yang terdampak gempa, namun mampu melakukan mitigasi sehingga menyelamatkan peserta didiknya dari gempa susulan, Selasa (23/11). (Foto: Kemendikbudristek).

Pada kesempatan yang sama, Mendikbudristek juga  mengapresiasi guru-guru SMA Negeri 2 Cianjur yang mampu mengelola peserta didiknya dengan baik sehingga aman dari dampak gempa yang melanda Kabupaten Cianjur. “Saya mengapresiasi guru-guru yang mengamankan siswa saat terjadi bencana, sampai tidak ada korban jiwa sama sekali. Inilah yang disebut pahlawan karena bisa memastikan siswanya yang sedang belajar bisa berada di tempat aman,” ujarnya.

Mendikbudristek melanjutkan, beragam moda dan peralatan dapat diterapkan untuk memenuhi hak belajar anak dalam masa tanggap darurat ini. Kewenangan pengelolaannya menyesuaikan situasi dan kondisi peserta didik, pendidik, dan sarana yang ada. Pengaturannya akan dikembalikan kepada Dinas Pendidikan setempat sesuai kewenangannya.

“Namun, kita harus utamakan keselamatan dan pemulihan dari trauma akibat bencana yang dialami. Saya rasa itu yang utama saat ini,” tutur Menteri Nadiem.

Kepala SMA Negeri 2 Cianjur, Haruman Taufik mengungkapkan bahwa sekolahnya terdampak dua kali gempa. Gempa pertama tidak membuat bangunan sekolah rubuh.

“Saat itu para guru dengan sigap menginstruksikan seluruh peserta didik untuk meninggalkan ruang kelas dan berkumpul di lapangan. Lalu, setelah gempa kedua atau susulan, barulah membuat kerusakan yang lebih parah terutama enam ruang kelas di lantai dua,” kisah Haruman.

Haruman menekankan bahwa siapapun dalam situasi bencana harus tetap tenang agar bisa mencari solusi.

Menteri Nadiem sangat bersyukur karena satuan pendidikan memahami pentingnya tanggap bencana. “Mari kita ciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman untuk semua,” ujarnya.

Kemendikbudristek  selalu berupaya membangun budaya siaga dan aman di sekolah, serta membangun ketahanan dalam menghadapi bencana terus melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang dipayungi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2019. Aturan ini menjadi panduan bagi sekolah untuk menegakkan tiga pilar SPAB, yaitu 1) Fasilitas sekolah aman; 2) Manajemen bencana di sekolah; 3) Pendidikan pencegahan dan pengurangan risiko bencana.