Unicamp Preloader
Berita

Kemendikbudristek Perkuat Literasi Digital untuk Ciptakan Pendidikan Berkualitas

Kemendikbudristek Perkuat Literasi Digital untuk Ciptakan Pendidikan Berkualitas

Penulis: Afiandari Nur A, Romanti

(Jakarta, Itjen Kemendikbudristek) – Menghadapi perkembangan teknologi yang kian pesat, literasi digital merupakan kunci dan fondasi utama yang harus dimiliki. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam hal ini terus berupaya mendorong penguatan literasi digital di satuan pendidikan.

Silaturahmi Merdeka Belajar (SMB) dengan tema “Akselerasi Transformasi Digital untuk Pendidikan Berkualitas” secara daring pada Kamis (17/11). (Tangkap layar: YouTube Kemendikbud RI)

Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Kemendikbudristek Hasan Chabibie, literasi digital bukan hanya tentang mendapat informasi, melainkan bagaimana memilah dan memilih informasi tersebut agar menjadi asupan yang baik bagi para pelajar.

“Sehingga mereka kemudian mampu meningkatkan produktivitas, semangat belajar, dan kolaborasinya untuk hal-hal yang positif. Di titik inilah penguasaan literasi digital yang baik itu menjadi kuncinya,” ujar Hasan dalam webinar Silaturahmi Merdeka Belajar bertajuk “Akselerasi Transformasi Digital untuk Pendidikan Berkualitas” di kanal YouTube Kemendikbud RI, Kamis (17/11).

Lebih lanjut, Hasan mengungkapkan tantangan terbesar saat mencoba mengefektifkan literasi digital adalah persoalan budaya atau lebih tepatnya bagaimana membudayakan kebiasaan berinternet secara sehat. Pasalnya, berteknologi dengan internet tentu seperti memegang pedang dua sisi, yaitu sisi positif dan negatif.

“Maka sarana yang paling efektif membentuk budaya ini yaitu dengan proses pendidikan itu sendiri. Praktiknya bisa dimulai ketika guru menyampaikan materi menggunakan internet dan teknologi secara rutin. Nantinya di mindset adik-adik kita akan terbentuk bahwa internet tersebut digunakan untuk belajar, mencari informasi, mencari riset untuk dikembangkan,” jelas Hasan.

Digitalisasi pendidikan sendiri turut memberikan pengaruh dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Sebagaimana disampaikan Duta Teknologi Rumah Belajar Anita Nurhasanah, “Di mana dampak positifnya seperti pembelajaran jadi lebih bermakna, mudah, dan praktis. Kemudian memungkinkan guru berkreasi baik dalam mengelola pembelajaran di kelas, maupun menggunakan berbagai media terutama portal belajar yang sudah disediakan oleh Kemendikbudristek.”

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan Selamat Riyadi mengaku akan terus mengikuti dan mengembangkan pendidikan digital ini. “Serta mem-follow up program-program yang dilaksanakan oleh Kemendikbudristek khususnya terkait platform Merdeka Mengajar dan apa pun untuk pengembangan pendidikan di Indonesia yang bisa dikembangkan juga di Kotabaru,” terangnya.

Di akhir acara webinar, Kapusdatin Hasan berpesan agar para pendidik mengarahkan murid-muridnya untuk siap berkompetisi di zaman digital ini. “Jangan sampai kemudian kita terlambat, karena itu akan sangat menentukan masa depan mereka. Mari bersama-sama meningkatkan literasi digital adik-adik kita sehingga saat mereka sukses di zamannya, pengajar yang hari ini hadir bisa tersenyum melihat kesuksesan muridnya,” pungkas Hasan.