Berita

Maluku Menjadi Salah Satu Provinsi Yang Mendapat Revitalisasi Bahasa Daerah

Maluku Menjadi Salah Satu Provinsi Yang Mendapat Revitalisasi Bahasa Daerah

Penulis: Romanti
Rapat Koordinasi Revitalisasi Bahasa Provinsi Maluku berlangsung di Hotel Natsepa, Kota Ambon, pada Senin, (13/3/2023). (Foto: Kemendikbudristek).

(Ambon, Itjen Kemendikbudristek) — Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPP Bahasa) merencanakan melakukan revitalisasi 59 bahasa di 22 provinsi di Indonesia pada tahun 2023. Rencana itu disampaikan oleh Sekretaris BPP Bahasa, Hafidz Muksin, dalam Rapat Koordinasi Revitalisasi Bahasa di Hotel Natsepa, Kota Ambon, Provinsi Maluku pada Senin, (13/3/2023).

 

Salah satu daerah yang akan menjadi tempat revitalisasi Bahasa adalah Provinsi Maluku. Ada enam bahasa daerah yang akan direvitalisasi sini, yakni tiga bahasa baru dan tiga bahasa yang telah direvitalisasi pada tahun 2022 yang lalu. Tiga bahasa baru meliputi Bahasa Seram di Kabupaten Seram Bagian Timur, serta Bahasa Tarangan Barat dan Bahasa Tarangan Timur di Kabupaten Kepulauan Aru.

 

Hafidz menyampaikan rasa bangganya atas partisipasi pihak yang mendukung revitalisasi ini. “Saya merasa bangga dengan semangat generasi muda Maluku yang telah berpartisipasi aktif dalam mendukung Revitalisasi Bahasa Daerah termasuk dalam menyukseskan kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI)  hingga melaju ke tingkat nasional dengan berbagai tampilan lomba dan ragam kreativitas,” ujarnya.

 

Kepala Kantor Bahasa Maluku, Sahril menjelaskan mengenai jumlah guru yang akan menjadi target revitalisasi Bahasa daerah tahun 2023. “Guru utama dari dua kabupaten yang menjadi target RBD tahun 2023 ini berasal dari guru SD, guru SMP, Kepala Sekolah SD, Kepala Sekolah SMP, Komunitas, PKK, dan Dinas Pendidikan yang tentunya fasih menggunakan bahasa daerah. Guru utama akan diberikan pelatihan oleh fasilitator sebelum melakukan pengajaran bahasa daerah di sekolah-sekolah yang menjadi target pelaksanaan RBD tahun 2023,” jelasnya sambil mengamini pernyataan Hafidz sebelumnya yaitu target guru utama masih tetap seperti tahun lalu.

 

94 sekolah yang menjadi target pada tahun 2023 tersebar di Kabupaten Seram Bagian Timur sebanyak 41 sekolah yang terdiri atas 25 SD dan 16 SMP. Sedangkan di Kabupaten Kepulauan Aru, total sekolah sasaran berjumlah 53 yang terdiri atas 40 SD dan 13 SMP.

 

Sahril menyampaikan tahapan kegiatan dalam revitalisasi Bahasa daerah. Pertama, melakukan koordinasi antara pemerintah pusat yakni Badan Bahasa dan unit pelaksana teknis dengan pemerintah daerah melalui dinas terkait yang dilakukan pada Maret 2023. Kedua, melakukan diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) dalam rangka penyusunan model pembelajaran bahasa daerah pada Maret 2023. Ketiga, melakukan pelatihan guru utama (Training of Trainer [TOT]) yang akan dilakukan pada Mei 2023.

 

Keempat, melaksanakan pengimbasan di kelas/komunitas yang rencananya akan dilaksanakan pada Juni—Agustus 2023. Kelima, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan revitalisasi di tiap sekolah atau komunitas yang akan dilaksanakan pada Juni—Agustus 2023. Keenam, penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) yang dilakukan berjenjang dari tingkat kabupaten hingga tingkat provinsi pada Oktober—November 2023 mendatang.