Artikel

Mengenal Program Indonesia Pintar, Salah Satu Program Prioritas Kemendikbudristek

Mengenal Program Indonesia Pintar, Salah Satu Program Prioritas Kemendikbudristek

Penulis: Romanti
Ilustrasi Program Indonesia Pintar. (Desain: Kemendikbudristek)

Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan suatu negara. Dalam upaya untuk memastikan bahwa setiap warga negara memiliki akses yang sama terhadap pendidikan berkualitas, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah menerapkan berbagai program dan inisiatif. Salah satu program prioritas dari kementerian ini untuk mencapai hal tersebut adalah Program Indonesia Pintar (PIP). PIP merupakan program bantuan yang memiliki tujuan mulia: membantu peserta didik dari keluarga miskin atau rentan miskin agar dapat mengakses pendidikan tanpa hambatan finansial.

 

Mengenal Program Indonesia Pintar (PIP)

PIP adalah program yang merangkul berbagai aspek pendidikan, termasuk memberikan bantuan berupa uang tunai, perluasan akses pendidikan, dan kesempatan belajar. Program ini diberikan kepada peserta didik yang berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin untuk membantu membiayai pendidikan mereka. PIP dirancang untuk memastikan bahwa anak-anak usia sekolah dari lapisan masyarakat yang kurang beruntung tetap dapat menerima pendidikan hingga tingkat menengah, baik melalui jalur formal maupun informal, termasuk program Pake A sampai Paket C serta pendidikan khusus.

Salah satu tujuan utama PIP adalah mencegah peserta didik putus sekolah. Dengan memberikan bantuan finansial kepada keluarga miskin, pemerintah berharap dapat menarik siswa yang telah putus sekolah agar kembali melanjutkan pendidikan mereka. Program ini juga dirancang untuk meringankan beban biaya pendidikan peserta didik, termasuk biaya langsung dan tidak langsung yang sering menjadi kendala bagi keluarga miskin.

 

Siapa yang Berhak Menerima Bantuan PIP?

  • Peserta didik yang memenuhi kriteria berikut dapat menjadi penerima bantuan PIP:
  • Keluarga Miskin atau Rentan Miskin: Peserta didik yang berasal dari keluarga dengan tingkat kemiskinan atau rentan miskin adalah sasaran utama program ini.
  • Pertimbangan Khusus: Selain keluarga miskin, PIP juga dapat diberikan kepada peserta didik dengan pertimbangan khusus, seperti peserta didik dari keluarga peserta Program Keluarga Harapan (PKH), keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera, peserta didik berstatus yatim piatu, atau peserta didik yang terdampak bencana alam.
  • Peserta Didik Putus Sekolah: Program ini juga ditujukan kepada peserta didik yang telah putus sekolah dan bersedia untuk kembali ke sekolah.
  • Kelainan Fisik: Peserta didik yang memiliki kelainan fisik juga berhak menerima bantuan PIP.
  • Peserta di Lembaga Kursus atau Pendidikan Nonformal: PIP tidak hanya berlaku untuk peserta didik di sekolah formal, tetapi juga dapat diberikan kepada peserta didik di lembaga kursus atau satuan pendidikan nonformal lainnya.

 

Dampak Positif Program Indonesia Pintar

Program Indonesia Pintar telah membawa dampak positif yang signifikan dalam meningkatkan keberlanjutan pendidikan di Indonesia, khususnya pada tingkat sekolah dasar dan menengah. Data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) menunjukkan bahwa peserta didik penerima PIP memiliki tingkat kelangsungan pendidikan yang lebih tinggi daripada peserta didik non-penerima PIP. Pada tahun 2019, sekitar 97,29% peserta didik penerima PIP tetap bersekolah, sedangkan hanya sekitar 2,71% yang putus sekolah. Perbandingannya jelas lebih baik daripada peserta didik non-penerima PIP, di mana sekitar 88,5% tetap bersekolah dan sekitar 11,5% putus sekolah.

Hasil survei yang sama pada tahun 2021 juga menunjukkan tren positif yang serupa. Angka putus sekolah tetap lebih tinggi pada peserta didik non-penerima PIP (11,28%) dibandingkan dengan peserta didik penerima PIP (2,92%). Ini adalah bukti kuat bahwa PIP efektif dalam menurunkan angka putus sekolah di Indonesia.

 

Tantangan dan Upaya Perbaikan

Meskipun Program Indonesia Pintar telah membawa dampak positif, program ini tidak terlepas dari tantangan dan pekerjaan rumah. Untuk menjadikan program ini lebih efektif, beberapa upaya perlu dilakukan:

  • Perluasan Penerima Manfaat: Program ini perlu terus ditingkatkan agar dapat mencakup lebih banyak peserta didik yang membutuhkan bantuan, termasuk dengan memperbaiki sasaran penerima PIP.
  • Penyelarasan Data: Data penerima PIP perlu diselaraskan antara pemerintah pusat dan daerah. Data ini sebaiknya diperbarui secara periodik untuk memastikan ketepatan dan keakuratan.
  • Pengawasan Dana: Sekolah atau komite sekolah perlu diberi kewenangan untuk mengelola dan mengawasi penggunaan dana PIP. Ini akan mencegah penyalahgunaan dana untuk kepentingan di luar pendidikan.
  • Perhatian Terhadap Kelompok Marjinal: Program ini juga perlu memperhatikan kelompok marjinal, seperti penyandang disabilitas, dan memberikan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
  • Perbaikan Infrastruktur: Infrastruktur pendidikan, termasuk transportasi, harus diperbaiki untuk memastikan akses yang mudah bagi semua peserta didik, termasuk anak perempuan dan penyandang disabilitas.
  • Program Indonesia Pintar (PIP) adalah langkah yang penting dalam upaya pemerintah Indonesia untuk memastikan bahwa pendidikan berkualitas dapat diakses oleh semua warga negara, terlepas dari latar belakang ekonomi mereka. Dengan upaya terus-menerus untuk meningkatkan program ini, diharapkan akan tercipta masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda Indonesia.

 

Referensi: https://www.tnp2k.go.id/articles/kartu-indonesia-pintar-positive-impact-on-education-and-some-of-its-notes