Artikel

Mengenal Program SMK Pusat Keunggulan: Membangun Masa Depan Unggul Melalui Pendidikan Vokasi

Mengenal Program SMK Pusat Keunggulan: Membangun Masa Depan Unggul Melalui Pendidikan Vokasi

Penulis: Romanti

Pendidikan Vokasi adalah salah satu pilar penting dalam mempersiapkan generasi muda untuk menjadi tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing di dunia industri. Sejalan dengan visi ini, Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Vokasi) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Teknologi (Kemendikbudristek) telah meluncurkan program pendidikan yang bertujuan meningkatkan kualitas dan kinerja Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui Program SMK Pusat Keunggulan (PK). Artikel ini akan menjabarkan lebih jauh mengenai program yang menjadi salah satu prioritas pada tahun 2021 ini.

 

Tujuan Program SMK Pusat Keunggulan

SMK PK hadir dengan tujuan utama untuk mewujudkan pengembangan SMK dengan program keahlian tertentu sehingga terjadi peningkatan kualitas dan kinerja di bidang pendidikan vokasi. Untuk mencapai tujuan tersebut, program ini harus didukung dan diperkuat oleh kerja sama dan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Selain itu, dukungan dari pemerintah daerah setempat dan perguruan tinggi vokasi juga menjadi kunci keberhasilan program ini.

Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi menjelaskan bahwa SMK PK bukanlah untuk menciptakan “menara gading” atau sekolah favorit yang lebih unggul dibandingkan sekolah lainnya. Sebaliknya, sekolah yang menjadi SMK PK diharapkan dapat menjadi sekolah rujukan dan pusat peningkatan kinerja dan kualitas sekolah-sekolah di sekitarnya. Dengan demikian, SMK PK diharapkan semakin relevan dengan kebutuhan industri dan dunia kerja.

 

Perjalanan dari Revitalisasi Hingga Pusat Keunggulan

Program SMK PK adalah kelanjutan dari beberapa program pendidikan vokasi sebelumnya, yaitu Revitalisasi SMK dan SMK Center of Excellence (CoE).

  1. Revitalisasi SMK: Program Revitalisasi SMK difokuskan pada pemberian insentif bantuan fisik bagi SMK dalam lima sektor prioritas, yaitu pariwisata, maritim, industri kreatif, pertanian, dan teknologi. Program ini melibatkan peran aktif pemerintah daerah setempat.
  2. SMK Center of Excellence (CoE): Program SMK CoE difokuskan pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Sekolah Menengah Kejuruan yang akan berdampak pada sekolah-sekolah lain melalui insentif bantuan fisik dan non-fisik. Program ini juga memberikan pelatihan kepala sekolah dan guru kejuruan dalam empat sektor prioritas utama.

 

Fokus dan Sektor Prioritas SMK Pusat Keunggulan

SMK PK memiliki empat sektor prioritas utama yang menjadi fokus program ini:

  1. Permesinan dan Konstruksi: Fokus pada pengembangan keahlian di bidang permesinan dan konstruksi untuk menciptakan tenaga kerja yang terampil dalam industri ini.
  2. Ekonomi Kreatif: Menyediakan program pendidikan vokasi yang mendukung pengembangan ekonomi kreatif, seperti desain, seni, dan teknologi kreatif.
  3. Hospitality: Memberikan pelatihan dan pendidikan vokasi di bidang hospitality untuk mempersiapkan tenaga kerja yang berkualitas di industri perhotelan dan pariwisata.
  4. Care Services: Fokus pada pemberian pendidikan vokasi di sektor perawatan kesehatan dan layanan sosial, yang semakin penting dalam masyarakat modern.
  5. Prioritas Lain: Meliputi kerja sama luar negeri, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sektor maritim, dan pertanian.

 

Program ini tidak hanya melibatkan pemerintah daerah, tetapi juga berkoordinasi dengan perguruan tinggi vokasi sebagai pendamping. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa pendidikan vokasi di Indonesia menjadi lebih terintegrasi dengan dunia industri dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

 

Langkah-Langkah dalam Program SMK Pusat Keunggulan

Program SMK PK melibatkan sejumlah langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan dan visi program ini:

  1. Akselerasi Pelatihan Upskilling dan Reskilling Guru: Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan kompetensi guru kejuruan meningkat sesuai standar dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
  2. Kurikulum Berbasis Problem-Based Learning (PBL) dan Soft Skills: Program ini mengedepankan pembelajaran berbasis proyek/industri, pengembangan kurikulum, teaching factory, dan pengajar dari DUDI.
  3. Pelatihan Kepala Sekolah: Kepala sekolah akan menjalani pelatihan untuk memimpin perubahan di sekolah, mengelola kerja sama dengan DUDI, dan mengembangkan roadmap pengembangan SMK PK.
  4. Pengembangan Sarana dan Prasarana: Program SMK PK juga melibatkan pengembangan sarana dan prasarana untuk mendukung pembelajaran berbasis industri.

 

SMK PK adalah sebuah langkah penting dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia untuk menjadi tenaga kerja yang unggul dan kompeten di dunia industri. Melalui kerja sama aktif dengan dunia usaha dan dunia industri, program ini diharapkan dapat menciptakan lulusan SMK yang siap bersaing dan memberikan dampak positif pada kemajuan sektor industri di Indonesia.

 

Referensi: http://smkpk.ditpsmk.net/ (laman resmi program SMK Pusat Keunggulan).