Unicamp Preloader
Artikel

Museum Nasional : Sebuah Karya yang tidak terlekang nyawa

Museum Nasional : Sebuah Karya yang tidak terlekang nyawa

Penulis: Bagus Cahya Nugraha, Romanti

Museum Nasional atau juga dikenal sebagai Museum Gajah adalah salah satu museum terbesar se–Asia Tenggara dan merupakan salah satu museum dengan koleksi terbaik yang dimiliki oleh Indonesia.  Berlokasi di Jakarta Pusat dan persisnya di jalan Merdeka Barat 12, Museum Nasional dibangun di atas tanah seluas 26.500 meter persegi dan hingga saat ini mempunyai 2 gedung. Gedung A digunakan untuk ruang pamer serta penyimpanan koleksi, dan Gedung B yang dikenal pula dengan sebutan Gedung Arca.  Gedung B dibuka secara resmi pada tanggal 20 Juni 2007 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, selain digunakan untuk pameran juga digunakan untuk kantor, ruang konferensi, laboratorium, dan perpustakaan.

Salah satu isi dari Museum Nasional, “Patung Pasangan Pengantin”. (Foto: Redaksi – Edi Pr).

Museum Nasional juga dikenal sebagai museum ilmu pengetahuan. Dilansir dari situs utama museum nasional yaitu www.museumnasional.or.id, di dalamnya terdapat banyak sekali artefak dari zaman kolonial, arca-arca kuno, prasasti,dan barang barang kuno lain yang dikategorikan dalam bentuk etnografi, perunggu, prasejarah, keramik, tekstil, numismatik, relik sejarah, buku langka dan benda berharga. hingga saat ini tercatat adanya 140.000 koleksi yang dimiliki oleh Museum Nasional.

Koleksi yang menarik adalah patung Bhairawa. Patung yang tertinggi di Museum Nasional ini (414 cm) merupakan manifestasi dari Dewa Lokeswara atau Awalokiteswara, yang merupakan perwujudan Boddhisatwa (pancaran Buddha) di Bumi. Patung ini berupa laki-laki berdiri di atas mayat dan deretan tengkorak serta memegang cangkir terbuat dari tengkorak di tangan kiri dan keris pendek dengan gaya Arab di tangan kanannya. Diperkirakan, patung yang ditemukan di Padang Roco, Sumatra Barat ini berasal dari abad ke 13 – 14. Museum Nasional sendiri juga tetap eksis melaksanakan berbagai pameran. Dilansir dari situs resmi Museum Nasional, museum melaksanakan pameran yang bertajuk “KEMBALI KE TANAH MERDEKA” yang dilaksanakan pada tanggal 12 desember 2020 hingga 11 januari 2021 lalu, kemudian pameran yang bertajuk “PAMOR SANG PANGERAN” yang dilaksanakan untuk kembali mengenalkan kepada masyarakat tentang sosok seorang pangeran diponegoro, yang dilaksanakan pada 28 oktober sampai 26 november 2020 lalu.

Bahkan hingga saat ini, Museum Nasional tetap ramai kedatangan banyak wisatawan dari dalam maupun luar negeri  yang ingin sekedar menikmati berbagai  macam koleksi yang tersedia, ataupun ingin mempelajari lebih lanjut tentang benda benda prasejarah maupun sisa-sisa kolonial Belanda yang dapat disaksikan langsung di Museum Nasional.

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.