Berita

Pameran HUT Ke-44 Dekranas, PKW Tekun Tenun dan Kriya Tampilkan Wirausaha Muda Berbakat

Pameran HUT Ke-44 Dekranas, PKW Tekun Tenun dan Kriya Tampilkan Wirausaha Muda Berbakat

Penulis: Romanti

(Surakarta, Itjen Kemendikbudristek) – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-44 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi menghadirkan stan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tekun Tenun dan Kriya Indonesia. Pameran yang berlangsung di Pura Mangkunegaran, Kota Surakarta, Jawa Tengah pada 15 Mei 2024 ini menjadi ajang unjuk gigi bagi para wirausaha muda yang telah dilatih melalui program ini.

PKW Tekun Tenun dan Kriya merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan untuk menyiapkan usahawan muda melalui pembekalan keahlian kerajinan tangan dan kekayaan budaya daerah mereka. Sejak diluncurkan pada tahun 2020, program ini telah memberikan pengetahuan, keterampilan, dan modal usaha bagi ribuan anak Indonesia, khususnya mereka yang tidak lagi bersekolah.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kiki Yuliati, menekankan pentingnya program ini dalam melestarikan budaya Indonesia sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda. “Pendidikan vokasi melalui program PKW Tekun Tenun dan Kriya tidak hanya menyiapkan peserta untuk memiliki keahlian dalam menghasilkan produk lokal, tetapi juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Indonesia memiliki kekayaan budaya yang perlu dilestarikan dan program ini bertujuan untuk memfasilitasi generasi muda agar mencintai dan mampu melestarikan kekayaan tersebut,” ujar Kiki.

Kisah Sukses Alumni PKW

Salah satu cerita sukses datang dari Monika Situmorang, lulusan PKW Tekun Tenun dan Kriya tahun 2022 dari Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Monika yang kini menjalankan bisnis tenunnya sendiri, Bamboo Tenun, mengungkapkan bahwa program ini telah mengubah hidupnya. “Dalam 32 hari pembelajaran PKW, saya telah mampu menenun sendiri. Berkat menenun, saya kini bisa menggantikan peran orang tua dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” kata Monika.

Aninda Risdianti, lulusan PKW tahun 2022 asal Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, juga berbagi pengalamannya. Dengan keahlian menenun yang diperolehnya dari keluarga dan ditingkatkan melalui program PKW, Aninda kini mengkoordinir teman-teman seangkatannya untuk menjadi wirausaha. “Kami yang tergabung dalam kelompok munigarim sudah mulai menjalin kerja sama dengan pihak lain untuk memasarkan produk tenun kami,” ujar Aninda.

Kolaborasi dan Kreasi di Pameran

Pada pameran HUT ke-44 Dekranas ini, stan Kemendikbudristek menampilkan karya peserta didik program PKW Tekun Tenun dan Kriya dari Provinsi Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Barat, serta karya dari delapan SMK di berbagai daerah. Karya-karya yang dipamerkan ini menggambarkan kepiawaian para peserta didik dalam mengolah tenun dan kriya, hasil dari kerja sama Kemendikbudristek dengan Dekranas.

Dengan semangat Merdeka Belajar, PKW Tekun Tenun dan Kriya telah mewujudkan pendidikan vokasi yang menyenangkan dan bermanfaat bagi para peserta didik, mempersiapkan mereka untuk menjadi wirausaha muda yang berkompeten dan berdaya saing tinggi. Program ini tidak hanya berkontribusi dalam pelestarian warisan budaya, tetapi juga dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kewirausahaan berbasis kerajinan tangan.