Unicamp Preloader
Berita

Praktik Baik Asesmen Nasional di Gorontalo

Praktik Baik Asesmen Nasional di Gorontalo

Penulis: Romanti

(Jakarta, Itjen Kemendikbudristek) – Asesmen Nasional (AN) merupakan evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah untuk memetakan mutu pendidikan pada tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah dengan menggunakan asesmen kompetensi minimum, survei karakter, dan survei lingkungan belajar. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Indonesia, salah satunya melalui pelaksanaan AN. Pada 19—20 September 2022, ANBK untuk jenjang SMP/MTs/Paket B/PKPPS Wustha dan sederajat serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia. Salah satunya diselenggarakan di Gorontalo.

pelaksanaan ANBK menggunakan komputer di SMPN 1 Paguat, Gorontalo. (Foto: Kemendikbudristek).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pohuwato, Ikbar A.T. Salam, menjelaskan pelaksanaan ANBK berjalan lancar di Kabupaten Pohuwato. Meski di sebagian satuan pendidikan terkendala jaringan internet dan pasokan listrik, namun Ikbar menyampaikan AN berjalan dengan baik di provinsi ini. “Kami sudah membentuk tim khusus untuk AN. Sebagian besar satuan pendidikan menjalankan AN secara semi daring untuk meminimalisir kendala teknis. Kami juga bergotong royong dengan pihak terkait, misalnya para orang tua/wali dan PT  PLN, agar AN berjalan lancar,” terangnya.

Ikbar menyadari pentingnya AN. Dikatakan bahwa hasil AN dapat memberikan gambaran bagaimana pendidikan di daerah yang selama ini dikelola dan ditangani. Inilah yang menurut Ikbar menjadi refleksi dari tujuan pendidikan nasional itu sendiri. “Oleh karena itu, saya berharap hasil AN dapat lebih cepat diterima daerah untuk membantu kami melakukan perencanaan pembangunan,” ujarnya.

Salah satu peserta ANBK dari Gorontalo, Ibrahim Tauhid Bagou, menceritakan pengalamannya melaksanakan ANBK. “Saya takut dan ragu awalnya karena baru pertama kali menggunakan komputer dan mengikuti AN. Soal AN tidak terlalu susah, walau ada juga soal yang susah menurut saya. Sekolah banyak memberikan motivasi dan melatih kami menggunakan komputer agar kami dapat melaksanakan AN dengan baik,” ungkap Ibrahim.

Pelaksanaan ANBK di SMP Negeri 1  Marisa berlangsung semi daring. Petugas yang menangani aspek teknis aplikasi pelaksanaan Asesmen Nasional (Proktor) di sekolah ini, Almuzhir Sigar menyampaikan bahwa mereka memilih metode semi daring untuk menyesuaikan kapasitas internet yang tidak begitu stabil. “Pengalaman kami melaksanakan ANBK dengan metode semi daring di tahun 2021 hanya mengalami sedikit masalah. Tantangan itu pun mampu kami atasi dengan baik dan cepat,” tambah Almuzhir.

Sedangkan pengelola di SMP Negeri 1 Paguat harus menjelaskan pada para orang tua/wali, perihal mengapa hanya siswa Kelas 8 saja yang ikut sebagai peserta ANBK. Mereka justru berharap seluruh anak mereka bisa mengikuti ANBK. Vony selaku kepala sekolah kemudian mengungkapkan kendala yang sekolahnya hadapi, “Untuk pelaksanaan ANBK, kami sudah berkoordinasi langsung dengan PLN agar ANBK dapat berjalan lancar,” pungkasnya.

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *