Berita

Solusi Inovatif Atasi Guru Sulit Akses Internet: Awan Penggerak

Solusi Inovatif Atasi Guru Sulit Akses Internet: Awan Penggerak

Penulis: Romanti
Ilustrasi: Romanti

(Tanjungpinang, Itjen Kemendikbudristek) – Internet telah menjadi kebutuhan pokok dalam pendidikan di Indonesia. Meski demikian, masih ada wilayah di Indonesia yang sulit mengakses internet, terutama di daerah kepulauan. Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Agung Dhamar Syakti, menyoroti tantangan ini, khususnya di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Dalam acara Kuliah Umum Arah Kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Kampus UMRAH, Tanjungpinang, beliau menegaskan komitmen universitas untuk melahirkan guru-guru profesional meskipun menghadapi kendala akses internet.

Untuk mengatasi tantangan ini, Kemendikbudristek memperkenalkan platform Awan Penggerak, solusi bagi siswa, guru, dan tenaga kependidikan di daerah sulit internet. Awan Penggerak adalah sistem berbasis server lokal yang tidak memerlukan koneksi internet. Dengan hanya menggunakan laptop atau komputer yang terinstal Awan Penggerak sebagai server lokal dan access point, sekolah dapat mengakses berbagai materi pendidikan.

Nunuk Suryani, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbudristek, menjelaskan bahwa Awan Penggerak memungkinkan guru yang mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) di daerah tanpa internet untuk belajar secara mandiri. “Guru bisa belajar mandiri melalui Awan Penggerak,” ujarnya. Solusi ini juga mendukung kolaborasi luring antara guru, selaras dengan Platform Merdeka Mengajar.

Awan Penggerak bertujuan untuk memeratakan akses dan mutu pendidikan, memastikan kesetaraan antara guru di daerah dengan jaringan internet dan yang tanpa jaringan. Platform ini menyediakan berbagai materi dalam bentuk buku elektronik, artikel, video pembelajaran, regulasi, pelatihan mandiri, dan sumber belajar lainnya. Hingga akhir 2023, sebanyak 15 kabupaten telah memanfaatkan Awan Penggerak.

Dengan solusi ini, diharapkan tidak ada lagi kesenjangan akses informasi dan pendidikan antara daerah terpencil dan kota besar, sehingga pendidikan yang berkualitas dapat dinikmati oleh seluruh anak bangsa.