Unicamp Preloader
Berita

Undiksha Menjadi Labuhan Terakhir Kampus Merdeka Fair 2022

Undiksha Menjadi Labuhan Terakhir Kampus Merdeka Fair 2022

Penulis: Romanti

(Buleleng, Itjen Kemendikbudristek) – Festival Kampus Merdeka (FKM) 2022 telah diselenggarakan di lima lokasi, dengan Universitas Negeri Padang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Tanjungpura Pontianak, Politeknik Negeri Jakarta, dan Politeknik Negeri Malang  menjadi tuan rumah sebelumnya. Roadshow enam kota ini memasuki lokasi terakhir, di mana Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Bali bertindak sebagai tuan rumah.

Kampus Merdeka Fair telah sampai di lokasi terakhirnya, Undiksha Bali, Rabu (16/11). (Foto: Kemendikbudristek).

FKM digelar sebagai ajang untuk memacu peningkatan kuantitas dan kualitas pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), dan mewujudkan program Kampus Merdeka mandiri. Sepanjang rangkaian acara tercatat dihadiri olej oleh pimpinan dan sivitas berbagai perguruan tinggi akademik dan perguruan tinggi vokasi, mitra industri, dan tentunya mahasiswa.

Pada kesempatan ini, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah mengupayakan transformasi pendidikan tinggi melalui kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) selama tiga tahun terakhir. “Di titik ini, salah satu hal yang paling penting adalah membuat inisiatif tersebut menjadi suatu gerakan yang berkelanjutan, di mana upaya untuk berkolaborasi dan bertransformasi muncul dari kampus sendiri.  Untuk itulah kami mendorong terwujudnya program Kampus Merdeka Mandiri, di mana setiap perguruan tinggi bisa merancang dan menjalankan program MBKM yang sesuai dengan kebutuhannya masing-masing,” ujarnya dalam sambutan yang disampaikan secara daring Rabu, (16/11).

Mendikbudristek melanjutkan, semangat untuk bertransformasi ini harus bersama diperkuat, karena kita saat ini masih berada di tahap-tahap awal dari perjalanan panjang memperbaiki dunia pendidikan tinggi Indonesia. “Masih banyak aspek yang perlu kita maksimalkan agar program-program MBKM berjalan dengan optimal, terutama dari segi jumlah mahasiswa, perguruan tinggi, dan mitra yang terlibat,” lanjut Mendikbudristek.

Plt. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Sri Gunani Partiwi, yang hadir secara langsung di Undiksha menyampaikan bahwa program-program MBKM telah melibatkan lebih dari 700 ribu mahasiswa Indonesia. “Program MBKM mandiri, menjadi salah satu solusi untuk memperluas kesempatan bagi mahasiswa belajar di luar program studi atau di luar kampus,” ujarnya.

Berkaitan dengan tujuan itu pula, Kemendikbudristek memilih enam perguruan tinggi sebagai tuan rumah Kampus Merdeka Fair. Keenam perguruan tinggi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain di daerah sekitarnya dalam melaksanakan MBKM mandiri.

Tuan rumah  Rektor Undiksha, I Nyoman Jampel, mengungkapkan bahwa peluncuran MBKM dan penetapan Indikator Kerja Utama (IKU) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memberikan warna baru terhadap penyelenggaraan pendidikan di Perguruan Tinggi. MBKM mendorong seluruh perguruan tinggi untuk melakukan perubahan terhadap kurikulumnya dengan memberikan kesempatan kepada anak didik untuk mengenyam pembelajaran di luar program studinya baik di dalam perguruan tinggi maupun di luar perguruan tinggi.

“MBKM dan IKU mendorong Perguruan Tinggi untuk melakukan transformasinya. Dengan MBKM diharapkan anak-anak memiliki pengalaman lapangan yang mumpuni untuk mereka nantinya terjun ke dunia kerja,” ujar I Nyoman Jampel.

Comments are closed.